
Mencoba Jus Jeruk Peras Segar dari Vending Mesin
Halo, berjumpa kembali dengan saya, Tokio.
Kali ini, saya akan memperkenalkan mesin penjual otomatis jus jeruk yang sudah lama membuat penasaran.
Belakangan ini, di berbagai sudut kota mulai banyak terlihat mesin penjual otomatis jus jeruk 100% yang memeras jeruk segar langsung di tempat. Karena tidak tahan dengan panasnya musim panas, saya pun akhirnya mencobanya.
Vending Mesin ini tidak memiliki pilihan produk maupun opsi tambahan. Setelah uang dimasukkan, prosesnya langsung dimulai. Ngomong-ngomong, harganya 450 yen (sekitar 45 ribu rupiah) per gelas! Dibandingkan minuman botol yang biasa saya beli, harganya memang jauh lebih mahal (tertawa). Namun, jika dipikir-pikir, menikmati jus jeruk segar yang baru diperas langsung di tempat saat cuaca sangat panas sepertinya cukup sepadan.

Nah, setelah uang dimasukkan, jeruk yang terlihat di bagian atas mesin mulai bergulir lalu dipotong menjadi dua. Setelah itu, jeruk tersebut jatuh ke alat pemeras yang berputar di bagian tengah untuk diambil sarinya. Proses pemerasan dua buah jeruk itu dapat dilihat langsung di depan mata, dan semakin lama memperhatikannya, semakin meningkat pula antusiasme dan harapan saya akan kelezatannya!


Sekitar 30 detik kemudian, pintu tempat pengambilan terbuka, dan jus jeruk pun sudah siap disajikan dalam gelas yang bagian atasnya ditutup dengan penutup transparan berbahan seperti selofan/selulosa tipis transparan.
Sedotannya tersedia di tempat pengambilan khusus di samping mesin. Saya kemudian menusukkan sedotan yang agak besar itu dan langsung menikmatinya.

Meski tidak diberi es batu, bagian dalam mesin penjual otomatis ini tampaknya berfungsi seperti lemari pendingin, sehingga jusnya terasa dingin dan segar. Rasa asam serta manisnya menyebar memenuhi mulut, dan dibandingkan jus jeruk yang dijual di supermarket, rasanya jauh lebih lezat. Selain itu, terasa pula kesegaran khas jus perasan langsung yang benar-benar segar, sehingga saya merasa mendapatkan nilai yang lebih baik daripada harga yang dibayarkan.
Di tengah cuaca yang sangat panas, jus ini memang cepat habis diminum sambil berjalan, tetapi entah mengapa saya merasa sedikit lebih sehat setelah meminumnya.
Profile
-
Saya tinggal bersama istri saya di Prefektur Chiba, sebelah Tokyo.
Kedua putranya hidup mandiri.
Baru-baru ini, putra sulung saya mempunyai seorang putri dan sekarang kami mempunyai seorang cucu!
Latest entries
Food2026.07.27Mencoba Jus Jeruk Peras Segar dari Vending Mesin
Lifestyle2026.05.07Bike Sharing
Lifestyle2026.02.23Kondisi Rokok di Jepang
Lifestyle2026.01.07Film “Sunset, Sunrise”












