Bike Sharing

Halo, berjumpa kembali dengan Tokio.
Kali ini, saya mau bercerita tentang ‘Bike Sharing’ yang saya pun baru memulainya akhir-akhir ini.

Bike Sharing adalah sistem yang bermanfaat di mana kita bisa meminjam sepeda di Bike Station yang terletak di area tertentu, dan mengembalinya di Bike Station yang ada di tempat tujuan kita.
Pada dasarnya, sepeda-sepeda tersebut memiliki keranjang besar di depan dan semuanya adalah sepeda listrik, jadi tentu saja nyaman untuk pergi belanja dan perjalanan ke tempat yang banyak tanjakannya!
Bike Station biasanya terletak di sekitar stasiun, mall dan fasilitas umum. Tampaknya ada lebih dari 20.000 titik di seluruh Jepang. Saya juga sering melihatnya di daerah saya dan sudah lama ingin mencobanya. Namun, sayangnya belum ada kesempatan karena tidak ada Bike Station di dekat rumah.

Tapi kali ini, ketua apartmen saya yang merupakan tipe orang yang menyukai hal baru, sehingga dia memutuskan untuk memasang Bike Station di sisi pintu masuk apartmen. Akhirnya, bukan hanya penghuni apartemen tetapi juga warga sekitar bisa menggunakannya.
Biaya pemasangan Bike Station dan biaya isi dayanya ditanggung oleh pihak penyedia layanan, dan kita hanya menyediakan tempat saja, sehingga, pengoperasiannya berjalan lancar tanpa ada penolakan dari penghuni.
Biaya penggunakannya mulai dari 160 yen (sekitar RP 16.000) per 30 menit. Ini sangat bermanfaat saat pulang malam hari ketika bus sudah tidak beroperasi dan biasanya harus memakai taksi. Apa lagi kalau belanja naik mobil, saya sering bersusah payah menghadapi macet dan mencari tempat parkir.
Ada banyak cara menggunakannya, tetapi menurut saya, keunggulan paling besarnya adalah tidak perlu mengembalikannya ke tempat asal peminjaman. Saya belum pernah mencobanya, tetapi kalau ditempat wisata sepertinya sangat efisien dan bermanfaat kalau kita bisa naik dari titik A lalu mengembalikannya di titik B.
Tidak hanya pembayarannya, tetapi proses peminjaman dan pengembaliannya pun bisa ditangani lewat HP, jadi tidak masalah kalau mau memakai tiba-tiba. Apalagi kita tidak perlu cek baterai atau memikirkan biaya perawatan seperti saat membeli sepeda listrik sendiri. Walaupun harus bayar setiap kali pakainya, rasanya tetap berasa seperti punya sepeda sendiri.

Profile

Tokio
Tokio
Saya tinggal bersama istri saya di Prefektur Chiba, sebelah Tokyo.
Kedua putranya hidup mandiri.
Baru-baru ini, putra sulung saya mempunyai seorang putri dan sekarang kami mempunyai seorang cucu!

Artikel terkait