Pesona “Sukajan” pada Musim Semi

Saat temperatur meningkat secara bertahap pada musim semi, maka semakin sedikit kesempatan untuk mengenakan mantel tebal. Saya terkadang memilih “sukajan” sebagai pakaian luar saya untuk musim semi.

Dahulu kala, “sukajan” memiliki kesan sebagai item fashion yang kurang baik, namun belakangan ini “sukajan” telah menjadi pakaian luar untuk orang dewasa.

“Sukajan” merupakan sejenis jaket yang terbuat dari kain satin yang mengkilat dan memiliki motif yang disulam atau dibordir. Ada berbagai motif dalam sulaman tradisional Jepang, namun biasanya berupa makhluk yang tampak bertuah dan kuat, seperti: harimau, elang, dan naga.
Kali ini saya ingin memperkenalkan jenis “sukajan” yang sulaman motifnya sedikit berbeda dibandingkan motif “sukajan” pada umumnya.

Mengenal “Sukajan”

Konon “sukajan” merupakan singkatan dari “Yokosuka Jumper”.
Pasca perang dunia kedua, personel militer Amerika yang ditempatkan di Yokosuka diberi seragam militer berbahan nilon dengan sulaman khas Jepang. Dari sanalah awal mulanya istilah “sukajan” muncul.

Pada saat itu, seragam militer tersebut dijual di berbagai pangkalan militer Amerika di seluruh Jepang, dan juga pangkalan militer AS di luar negeri. “sukajan” juga banyak dijual di sekitar pangkalan Yokosuka.
Hal itu menjadikannya sebagai item fashion pada tahun 1970-an dengan sebutan “sukajan”.

JAKET SOUVENIR VANQUISH SHIBUYA

Pada kesempatan ini, saya ingin memperkenalkan “sukajan” favorit saya yaitu “Shibuya Sukajan” dari VANQUISH.

VANQUISH adalah merek yang dikembangkan oleh perusahaan Ceno.
Perusahaan tersebut menjual pakaian pria dengan berbagai macam item mulai dari pakaian tradisional hingga gaya pakaian jalanan.

Salah satu item yang paling menariknya adalah “sukajan” yang diperkenalkan pada tulisan ini.

Pada “sukajan” favorit saya, dibagian depannya di bordir muka Hachiko, yang patung perunggunya terletak di depan Stasiun Shibuya, sedangkan di bagian belakang terdapat peta kasar Shibuya dan berbagai produk terkenalnya.
Saya sebelumnya telah bekerja di Shibuya selama delapan tahun, sehingga Shibuya merupakan tempat yang saya sukai secara pribadi. Hal tersebut juga yang membuat saya menyukai ‘sukajan” yang memiliki motif peta kasar Shibuya.

Sebenarnya awal saya memutuskan membelinya karena saya melihat seorang komedian memakainya di TV dan dia terlihat lucu.
Saat ini internet sudah sangat berkembang sehingga kita dapat mencari dengan berbagai macam kata kunci untuk dapat mengidentifikasi keistimewaan “sukajan” ini.

Setelah saya membelinya, baru sadar kalau “sukajan” ini dapat dibalik memakainya.
Jika memakainya secara terbalik, kita dapat menikmatinya sebagai MA-1 (jaket pilot angkatan udara Amerika).

Saya tidak memakainya secara terbalik karena saya ingin memamerkan Hachiko yang imut, tetapi keren juga memiliki opsi yang dapat memperluas jangkauan penyesuaian warna dan desain pakaian kita.

Saya sangat menyukainya sehingga membelinya juga dengan warna berbeda.
Saya memilih “sukajan” coklat yang memberikan image sedikit lebih lembut, berbeda dengan warna “sukajan” berwarna hitam. Tentu saja “sukajan” tersebut” dapat dipakai terbalik juga.

CharaBasket Blue HamHam “Sukajan”

Item selanjutnya yang ingin saya perkenalkan adalah jaket ‘sukajan” dengan karakter bernama Blue HamHam.
Blue HamHam adalah empat harmster bersaudara dari luar angkasa.


Situs resmi:
https://bluehamham.com/

Sepertinya Blue HamHam adalah makhluk yang datang ke bumi dari luar angkasa.
Mereka digambarkan memiliki kemampuan misterius untuk memakan suara dan memvisualisasikan suara tersebut.
Saya baru tahu tentang karakter Blue Ham Ham ini ketika menemukan “sukajan” bermotif Blue HamHam ini.
Motifnya sangat lucu.

CharaBasket adalah merek yang menampilkan berbagai karakter pada fashionnya termasuk pada “sukajan”.
Tidak banyak “sukajan” yang semurah CharaBasket. Harganya “sukajan” VANQUISH Shibuya yang disebutkan sebelumnya adalah 20.000 yen (sekitar dua juta rupiah), tetapi CharaBasket dapat dibeli dengan harga yang lebih masuk akal yaitu kurang dari 8.000 yen (sekitar 800 ribu rupiah).

Saya menyukainya karena walaupun jaket “sukajan”, tetapi karakternya lucu dan terkesan maskulin.

Bagaimana dengan pemilihan “sukajan” sebagai pakaian yang senada dengan musim semi?

“Sukajan” yang telah mengakar sebagai item fashion, pada saat ini telah memiliki bordiran/sulaman motif dengan berbagai macam sosok lucu dan berbagai karakter.
Selama ini banyak sekali sulaman mahluk berpenampilan kuat dengan pola Jepang, yang menurut saya juga menarik.

Selain itu pewarnaannya pun semakin beragam, sekarang banyak sekali “sukajan” berwarna pastel (warna yang lembut dan kalem) yang memberikan kesan lucu.

Sulaman bermotif Jepang dapat dipadukan dengan rok monokrom untuk tampilan yang modis, sedangkan sulaman pop dapat dipadukan dengan denim untuk tampilan yang santai.
Hanya dengan menyesuaikan warna atau tampilannya dengan pakaian sehari-hari, kita akan dapat menciptakan suasana baru.

Mengapa tidak mencoba untuk memasukkan “sukajan” kedalam koleksi pakaian anda pada musim semi ini.

Profile

soj_admin
Saya adalah administrator SOJ.
Kami menyajikan kepada Anda realitas kehidupan sehari-hari di Jepang.

Artikel terkait

  1. No comments yet.