
Berkunjung ke Shinjuku Gyoen
Pada suatu akhir pekan di akhir Bulan Mei, saya pergi berkunjung ke Taman Nasional Shinjuku Gyoen. Sayangnya cuaca waktu itu mendung, tetapi suhunya sangat pas untuk berjalan-jalan di taman yang luas karena tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Tamannya itu dibuka mulai pukul 9 pagi. Saya tiba di Gerbang Okido sekitar pukul 9:30 dan terlihat sudah banyak pengunjungnya. Di dalam tamannya terdapat jalur lari, ditempat tersebut saya melihat beberapa pelari yang tampak lincah gesit.
Shinjuku Gyoen terletak di Shinjuku, Tokyo. Kita bisa mengunjunginya dengan 5 menit berjalan kaki dari pintu keluar 1 Stasiun Shinjuku Gyoen di jalur kereta bawah tanah Marunouchi. Selain itu Alternatif lainnya adalah keluar dari pintu 2 untuk mencapai Gerbang Okido dengan berjalan kaki selama 5 menit dari pintu keluar tersebut.
Harga tiket masuknya adalah 500 yen untuk dewasa (usia 16 tahun hingga 65 tahun), 250 yen untuk lansia di atas 65 tahun dan pelajar tingkat SMA ke atas, dan gratis untuk anak-anak di bawah usia SMP.
Shinjuku Gyoen dibangun pada tahun 1906 (tahun ke-39 zaman Meiji) sebagai halaman keluarga kekaisaran Jepang. Lokasinya berada di bekas tanah kediaman keluarga Naito dari Domain wilayah kekuasaan Shinshu Takato.
Setelah Perang Dunia II, tempat ini dioperasikan sebagai taman umum dan kewenangannya dialihkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup karena reorganisasi kementerian pada tahun 2001 (tahun ke-13 zaman Heisei).
Shinjuku Gyoen adalah taman bergaya Eropa modern yang representatif dari mewakili kondisi zaman Meiji, yang merupakan kombinasi dari taman formal, taman lanskap, dan taman Jepang, dengan luas 58,3 hektare dan kelilingnya sepanjang 3,5 kilometer.

Pertama, Saya memulai kunjungannya dengan pergi ke Taman Formal untuk melihat bunga mawar yang sedang mekar, karena musim mekarnya dari bulan Mei hingga Juni. Taman ini memiliki ciri khas simetris dalam bentuk geometris. Menurut informasi dari situs websitenya, sekitar 140 pohon platanus ditanam berjajar di kedua sisi jalannya. Selain itu, ada juga topiary (pohon yang dipangkas menjadi bentuk tertentu) yang terpasang di bagian tengahnya, dan 500 pohon mawar yang ditanam di sekelilingnya.
Saya melihat berbagai bunga mawar yang bermekaran, walaupun banyak juga yang sudah berguguran. Saya sebenarnya ingin melihat mawar jenis “Princess Aiko” yang anggun dan indah. Mawar jenis tersebut memang dinamai untuk merayakan kelahiran Putri Toshi (Aiko). Sayangnya, bunga mawarnya sudah berguguran.

Dari barisan atas, sebelah kiri
Picasso(Diciptakan di Inggris pada tahun 1971)
French Lace(Diciptakan di Amerika pada tahun 1980)
Jublle du Prince de Monaco(Diciptakan di Francis pada tahun 2000)
Rakuen(Diciptakan di Jepang pada tahun 1996)
Andalusien(Diciptakan di Jerman pada tahun 1976)
Dari barisan bawah, sebelah kiri
Eureka(Diciptakan di Jerman pada tahun 2003)
Hagoromo(Diciptakan di Jepang pada tahun 1970)
Black Tea(Diciptakan di Jepang pada tahun 1973)
International Herald Tribune(Diciptakan di Inggris pada tahun 1984)
Pink French Lace(Diciptakan di Jepang pada tahun 2004)

Dari barisan atas, seberah kiri
Mein Schoner Garten( Diciptakan di Jerman pada tahun 1997)
Ryokko(Diciptakan di Jepang pada tahun 1991)
Bagian tengah
New Dawn( Diciptakan di Amerika pada tahun 1930)
Dari barisan bawah, sebelah kiri
Vanilla Bonica(Diciptakan dari Inggris pada tahun 2006)
Stadt Eltvlle(Diciptakan dari Jerman pada tahun 1990)

Dari barisan atas, seberah kiri
Ballerina(Diciptakan dari Inggris pada tahun 1937)
Mozart(Diciptakan dari Jerman pada tahun 1937)
Tengah
Strawberry Ice(Diciptakan dari Francis pada tahun 1930)
Dari barisan bawah, seberah kiri
Marjorie Fair(Diciptakan dari Inggris pada tahun 1978)
La Sevillana(Diciptakan dari Francis pada tahun 1978)
Mawar yang dihasilkan pada tahun 1930 masih mekar pada tahun 2025. Ini sangat luar biasa karena dapat bertahan 95 tahun setelahnya. Itu sungguh luar biasa! Saya takjub mengetahui bahwa banyak mawar yang diciptakan dihasilkan pada tahun 1900-an masih ada tumbuh. Ternyata varietas-varietas itu telah dipelihara dan dilestarikan dengan baik selama kurun waktu yang panjang. Semoga bunga-bunga yang cantik ini terus mekar selamanya!

Dari barisan atas, sebelah kiri
Kyu Goryo-tei (paviliun teh tradisional Jepang), Taman Jepang, Rumah kaca
Dari barisan bawah, sebelah kiri
Rest Area Pusat SASAYAIORI + Shinjuku Gyoen, Shotei Shinjuku Gyoen Anon, Rakuu-tei Shinjuku Gyoen Muroya/Koichi-shoten
Setelah berjalan di Taman Formal, saya melanjutkan perjalanan ke Kyu Goryo-tei, Taman Jepang, dan Rumah kaca.
Kyu Goryo-tei adalah bangunan yang dipersembahkan untuk memperingati pernikahan Kaisar Showa pada tahun 1927 (tahun ke-2 zaman Showa). Bangunan ini tampaknya di dirikan dengan tujuan sebagai tempat berteduh saat Kaisar berjalan-jalan di musim panas.
Di tempat ini, bayangan pepohonan dan bagian tepi airnya terlihat sangat sejuk.
Taman Jepang adalah taman dengan jenis taman yang didesain dengan kolam di tengahnya, di mana kita dapat menikmati pemandangannya sambil berjalan di sekeliling mengelilingi kolam.
Suasana di sini terasa sangat menyegarkan dengan pohon-pohonnya yang rindang…
Di dalam rumah kaca, terdapat sekitar 2700 jenis tumbuhan yang ditanam, terutamanya tumbuhan tropis dan subtropis ditanam. Sejak tahun 2012 (tahun ke-24 periode Heisei), tempat ini juga berfungsi sebagai rumah kaca yang ramah lingkungan untuk melestarikan dan memamerkan tumbuhan yang terancam punah.
Meskipun di dalam rumah kaca suasananya selalu seperti musum panas, tampaknya bunga-bunga yang mekar berubah-ubah setiap saat. Saya melihat berbagai jenis tumbuhan, dan sangat kagum dengan pameran-pameran berbagai arsitek tamannya yang dibuat dengan matang, seperti tebing dan air terjung di balik terowongan. Suasananya sangat menyenangkan!
Taman ini sangat luas, tetapi jika merasa lelah berjalan, Anda dapat beristirahat.
Ditaman tersedia di tempat istirahat gratis tanpa harus memesan makanan atau minuman. Di Rest Area Pusat, ada tempat istirahat gratis dan Kafe “Rest Area Pusat SASAYAIORI & Shinjuku Gyoen” yang menyajikan “Manisan ala Jepang (Wa-Sweets)” yang diurus oleh Sasayaiori, yaitu toko panganan Kyoto yang sudah lama berdiri.
Di Shouten-Tei, ada terdapat tempat istirahat gratis dan Kafe “Shotei Shinjuku Gyoen Anon” yang menyajikan “Sweets manisan kacang merah” yang diurus dikelola oleh Kyoto Gion Anon yang terletak di Gion, Kyoto.
Di “Rakuu-Tei” ada toko khusus sushi inari dari nasi cuka dengan Yuzu bernama “Shinjuku-Gyoen Muroya”, serta ada juga ada toko penyewaan kimono “Koichi-shoten”. Namun perlu diperhatikan bahwa “Rakuu-Tei” tidak dapat digunakan hanya untuk beristirahat.
Saya menikmati berjalan-jalan di Shinjuku-Gyoen hingga sekitar pukul 12. Saya benar-benar merasa segar dengan melihat mawar-mawar yang cantik, berjalan di atas rumput empuk, dan merasakan kedamaian di berada antara pepohonan yang rindang.
Bagaimana kalau Anda mencoba berkunjung ke Shinjuku Gyoen? Disana anda dapat menikmati hampir 70 jenis dan 900 pohon Sakura pada musim semi, serta pameran Krisan dan Anggrek Barad pada musim gugur.
Profile
-
Saya suka roti melon.
Saya menulis artikel berdasarkan keinginan hati saya, seperti mengunjungi museum, galeri seni, dan pertunjukan teater.
Latest entries
Travel2025.11.24Berkunjung ke Shinjuku Gyoen
Lifestyle2025.08.25Berkunjung ke Kuil Numabukuro Hikawa
Lifestyle2025.07.16Berkunjung ke Kuil Otori, Zoshigaya
Lifestyle2025.06.18Berkunjung ke Museum Matsuoka











