Udon “Suke-San”

Berjumpa kembali dengan Tokio.
Pada Kali ini, saya akan mememperkenalkan restoran udon yang berada di dekat rumah.
Nama restorannya “Suke-san udon”, yang dikenal di Kyushu sebagai restoran khusus udon dan memiliki lebih dari 20 gerai yang berpusat di prefektur Fukuoka. Walaupun pernah beberapa kali melihatnya di dalam acara TV yang mengenalkan makanan enak di Kyushu, tetapi saya belum pernah memakannya.
Restoran udon ini tidak terlalu dikenal di wilayah Kanto. Restorannya baru dibuka pada Bulan Desember tahun lalu di tempat berjarak sekitar 10 menit dengan berkaki dari dari rumah saya.

Area parkirnya luas yang dapat menampung 100 mobil, dan 100 kursi disiapkan di dalam restorannya. Walaupun begitu, restorannya selalu terdapat antrian yang Panjang. Para pelanggannya harus menunggu lebih dari satu jam pada saat jam makan siang di hari Sabtu dan Minggu, serta lebih dari 30 menit pada hari kerja. Tetapi baru-baru ini, saya pergi makan ke restorannya dengan jalan kaki pada jam 7 pagi karena restoran tersebut buka 24 jam. Saat tiba, area parkirnya sudah terisi sekitar separuh dan ada sekitar 10 orang yang menunggu di ruang tunggu, tetapi pelanggannya dapat memasan dengan layar sentuh di dekat pintu masuk. Antrian nama pelanggannya ditampilkan di monitor besar sehingga saya tidak merasa stress menunggu. Saya memilih duduk di kursi konter jadi tidak perlu menunggu dan langsung dapat duduk.

Pelanggannya memesan melalui layar sentuh yang ditempatkan pada setiap kursi, dan saya memasan “Gobo ten udon” yaitu menu yang paling direkomendasikan di restoran tersebut. Itu adalah udon dengan tempura sayur-mayur yang dipotong memanjang di atasnya.
Sebenarnya saya mau memesan paket makanan dan “Ohagi (kue tradisional Jepang terbuat dari nasi ketan dan pasta kacang merah)” juga, tetapi porsinya terlalu banyak untuk makanan di pagi hari, sehingga mungkin akan memesannya pada kesempatan berikutnya.
Ciri khas udonnya berbeda dengan udon yang dijual wilayah Kanto. Tekstur udonnya lembut dan halus tetapi bagian dalamnya kenyal dan licin. “Dashi (sup)” udonnya sangat enak dan terasa kuat yang dilengkapi dengan adanya rasa manis juga, sehingga cocok sekali dengan tempura “gobo (sayuran akar)”.
Saya sangat puas dengan harganya karena dengan 1000 yen/100 ribu rupiah masih mendapatkan kembalian. Tetapi belakangan ini, kalau melihat pelat nomor kendaraan di tempat parkir, tampaknya banyak pelanggannya yang datang jauh. Jadi saya berharap situasinya dapat sedikit lebih tenang. Tampaknya “Suke-san” Udon akan dibuka di Tokyo dan Saitama juga pada tahun ini, sehingga mungkin kemacetan ditempat ini akan berkurang.

Profile

Tokio
Tokio
Saya tinggal bersama istri saya di Prefektur Chiba, sebelah Tokyo.
Kedua putranya hidup mandiri.
Baru-baru ini, putra sulung saya mempunyai seorang putri dan sekarang kami mempunyai seorang cucu!

Artikel terkait