{"id":4012,"date":"2026-09-28T09:30:00","date_gmt":"2026-09-28T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=4012"},"modified":"2026-08-03T13:54:56","modified_gmt":"2026-08-03T04:54:56","slug":"yasukuni-shrine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2026\/09\/28\/yasukuni-shrine\/","title":{"rendered":"Sejenak Berpetualang dalam Sejarah di Yasukuni"},"content":{"rendered":"\n<p>Kuil Yasukuni terkenal juga dengan pohon-pohon sakuranya. (Pohon sakura yang ditanam di sini digunakan sebagai rujukan dalam pengumuman resmi dimulainya musim bunga sakura di Jepang.) Setiap kali saya berjalan di sekitar kawasan ini, selalu terasa tempat ini mengundang untuk dikunjungi.<br>Setelah melewati Patung Omura Masujiro, yaitu sebuah patung perunggu bergaya barat pertama di Tokyo, serta Gerbang Torii Kedua yang merupakan gerbang torii dari perunggu terbesar di Jepang, maka pengunjung akan disambut oleh gerbang yang dihiasi lambang bunga krisan. Di balik suasana yang sakral dan megah itu, tampak berdiri bangunan aula utama kuil.<br>Kawasan kuil yang dibersihkan setiap hari ini begitu terawat sehingga bukan hanya tidak ada sampah, bahkan sehelai daun gugur pun nyaris tak tampak. Tingkat kebersihan yang luar biasa tersebut mencerminkan penghormatan yang mendalam kepada arwah para pahlawan yang diabadikan di tempat tersebut. Meskipun Kuil Yasukuni terus menjadi subjek berbagai perdebatan, tempat ini tetap memiliki nilai sejarah yang sangat penting dan layak untuk dikunjungi setidaknya sekali dalam seumur hidup. Kuil ini merupakan salah satu destinasi yang sangat direkomendasikan untuk disinggahi untuk siapapun yang berkunjung ke Jepang. Tepat di samping aula utama terdapat toko yang menjual \u201cema\u201d (sejenis papan kecil untuk menulis doa) serta berbagai jimat keberuntungan khas kuil lainnya. Jika melanjutkan perjalanan menyusuri jalan berkerikil, Anda akan tiba di Yushukan, museum yang menyimpan berbagai koleksi dan dokumentasi sejarah. Lantai pertamanya dapat dikunjungi secara gratis.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/yasukuni_torii-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3899\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Di museum ini, pengunjung dapat melihat lokomotif uap (SL) asli, serta berbagai koleksi berukuran asli lainnya, seperti pesawat tempur \u201cReisen\u201d dan peluru artileri. Lantai dua merupakan area berbayar yang menyimpan berbagai catatan dan dokumentasi mengenai perang yang pernah dialami Jepang. Suasana museum sama sekali tidak terasa suram atau mencekam. Di bagian dalam bahkan terdapat sebuah kafe, dengan aroma karinya yang menggugah selera memenuhi ruangan. Saat melihat langsung kursi pesawat tempur Zero, kita dapat membayangkan postur tubuh rata-rata pria Jepang pada masa itu. Meskipun pesawat tersebut telah dicat ulang, bekas-bekas kerusakan akibat pertempuran sengit masih tampak di berbagai bagiannya. Kedalaman baretannya memberikan gambaran betapa dahsyat dan mengerikannya medan perang pada masa tersebut.<br>Di sini juga tersedia berbagai cendera mata yang berkaitan dengan militer Jepang. Berbeda dengan suvenir khas Jepang yang umum digemari wisatawan asing seperti \u201cukiyo-e\u201d, kabuki, atau kimono, suvenir yang dijual di sini memiliki karakter yang jauh lebih khas. Tersedia perlengkapan kaligrafi Jepang, berbagai buku mengenai Perang Dunia Kedua dari sudut pandang Jepang, bendera Hinomaru, kopi Angkatan Laut Jepang, makanan ringan dan mainan yang pernah beredar pada masa itu, serta berbagai barang eksklusif yang hanya dapat dibeli di Yasukuni. Karena keunikannya, tempat ini dapat dikatakan sebagai destinasi belanja yang masih belum banyak diketahui orang. Salah satu produk yang paling diminati di toko suvenir adalah model plastik pesawat tempur Reisen. (Sebutan \u201czero sen\u201d sebenarnya hanyalah nama panggilan; menurut penyebutan resminya, pesawat tersebut dibaca &#8220;Reisen&#8221;.) Melihat para penggemar koleksi militer dengan antusias memeriksa nomor model sebelum membelinya, benar-benar merupakan pemandangan yang menyenangkan. Saya sendiri membeli saputangan yang diwarnai dengan menggunakan bunga sakura dari Yasukuni, serta \u201ctenugui\u201d (handuk tradisional Jepang) yang bergambar Norakuro (karakter anjing liar hitam).<br>Catatan: Untuk \u201cNorakuro\u201d ini, terdapat sebuah museum peringatan di kawasan Fukagawa. Saya akan memperkenalkannya secara terpisah pada kesempatan lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/yasukuni01-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3900\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/yasukuni03-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3902\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/yasukuni02-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3901\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat melihat-lihat di toko suvenir, entah mengapa saya jadi ingin memiliki bendera Hinomaru asli. Saya sempat berniat membelinya, tetapi harganya ternyata cukup mahal sehingga akhirnya saya mengurungkan niat tersebut. (Bendera tersebut tersedia dalam berbagai ukuran, yaitu besar, sedang, dan kecil. Bendera yang berukuran kecil terlihat sangat lucu).<br>Di samping Yushukan terdapat sebuah panggung \u201cNou\u201d. Kebetulan pada hari itu sedang diadakan konser mini lagu-lagu anak Jepang. Saya pun diam-diam ikut duduk di antara para kakek dan nenek untuk menikmati pertunjukan tersebut.<br>Lagu-lagu yang dahulu sering dinyanyikan orang-orang dewasa kepada saya saat masih kecil terdengar kembali. Betapa pun bertambahnya usia, lagu-lagu Jepang itu tetap membangkitkan kenangan yang begitu mendalam hingga entah mengapa membuat saya menitikkan air mata.<br>Berhadapan dengan panggung Nou terdapat gedung pertemuan bernama Keishokan.<br><br><a href=\"http:\/\/www.yasukuni.or.jp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Asosiasi Pendukung dan Penghormatan Kuil Yasukuni<\/a><br><br>Kuil yang didedikasikan untuk mengenang dan memuliakan arwah para prajurit serta pihak lain yang gugur di pihak pemerintah atau istana kekaisaran dalam berbagai perang dan perang saudara Jepang sejak era Meiji. Tersedia informasi mengenai profil kuil, kronologi sejarah, serta panduan bagi para pengunjung dan peziarah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/yasukuni_keisyokan-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3898\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada hari itu sedang diselenggarakan acara \u201cSeminar Mengkaji Perang Asia Timur Raya\u201d (totalnya empat rangkaian seminar). Tampak para peserta lanjut usia yang mengenakan pakaian resmi berjalan dengan tenang di kawasan kuil.<br>Di area kuil juga dijual bunga krisan dan bonsai. \u201cSando\u201d atau jalan menuju kuil yang dahulunya hanya memiliki beberapa kios sederhana yang menjual manju panggang, kini tanpa disadari telah dilengkapi dengan area kafe yang bergaya modern. Perubahan itu membuat saya merasakan bagaimana zaman terus berjalan. Meskipun bukan tempat yang identik sebagai tempat berkencan, namun kawasan ini tenang dan memiliki beberapa tempat makan. Selain itu, jika menuruni lereng dari kuil, pengunjung dapat dengan mudah mencapai kawasan toko buku bekas \u201cJinbocho\u201d. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai. Oleh karena itu, jika Anda merasa lelah setelah berbelanja, maka sempatkanlah untuk singgah dan berziarah ke kuil ini. Terutama pada musim bunga sakura, yang pemandangannya benar-benar luar biasa indah.<br>Begitu melewati gerbang torii yang megah, siapa pun niscaya akan merasakan semangat yang diperbarui untuk kembali menjalani hari esok dengan hati yang segar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Kuil Yasukuni terkenal juga dengan pohon-pohon sakuranya. (Pohon sakura yang ditanam di sini d...","protected":false},"author":10,"featured_media":3897,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3896"},"categories":[20],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4012"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4012"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4012\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4013,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4012\/revisions\/4013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}