{"id":3968,"date":"2026-08-03T09:30:00","date_gmt":"2026-08-03T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3968"},"modified":"2026-06-03T13:25:27","modified_gmt":"2026-06-03T04:25:27","slug":"morning-drama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2026\/08\/03\/morning-drama\/","title":{"rendered":"Drama Pagi"},"content":{"rendered":"\n<p>Belakangan ini, kegemaran saya setiap pagi adalah menonton drama pagi NHK (asadora, asa=pagi, dora=drama). Saya mendengar kabar bahwa \u201casadora\u201d berjudul \u201cAnpan\u201d sangat menarik, sehingga tanpa berpikir panjang saya mulai menontonnya. Durasi tiap episodenya hanya 15 menit. Tema ceritanya mengangkat kehidupan Takashi Yanase, yaitu seorang pencipta anime populer \u201cAnpanman\u201d. Karena \u201cAnpanman\u201d adalah karakter yang dikenal semua orang, maka dramanya pun terasa sangat mudah untuk diikuti sejak awal.<br>Sebelumnya, satu-satunya \u201casadora\u201d yang pernah saya tonton hanyalah \u201cAmachan\u201d. Drama itu juga sangat menarik.<br><br>\u201cAnpan\u201d adalah karya ke-112 dalam seri \u201cRenzoku TV Shousetsu\u201d NHK yang ditayangkan dari 31 Maret hingga 26 September 2025. Naskahnya ditulis oleh Miho Nakazono dan dibintangi oleh Mio Imada. Drama ini terinspirasi dari Takashi Yanase dan istrinya, Nobu Komatsu, tetapi merupakan karya fiksi otentik.<br>Banyak tokoh dalam drama ini dibuat dengan meniru nama-nama karakter \u201cAnpanman\u201d. Misalnya, tokoh yang terinspirasi dari \u201cMelonpanna\u201d mengenakan pakaian berwarna hijau, sementara karakter yang terinspirasi dari \u201cJam Ojisan\/paman Jam\u201d memiliki rambut keriting melingkar. Menemukan \u201ckarakter tersembunyi\u201d seperti ini juga menjadi salah satu keseruannya.<br>Kalau mendengar nama Takashi Yanase, kebanyakan orang langsung teringat pada \u201cAnpanman\u201d. Namun sebenarnya, beliau juga seorang penulis lirik lagu. Salah satu karya terkenalnya adalah lagu \u201cTe no hira wo taiyou ni\/Telapak Tangan Menghadap Matahari\u201d, yang liriknya ditulis oleh Yanase. Saya sendiri terkejut karena baru mengetahuinya. Takashi Yanase juga menerbitkan banyak kumpulan puisi, pernah bekerja sebagai sutradara panggung, bahkan sempat berkarier sebagai desainer grafis.<br>Selain itu, beliau juga pernah bekerja di bagian promosi Mitsukoshi. Tulisan bergaya kursif \u201cmitsukoshi\u201d pada kertas pembungkus department store Mitsukoshi ternyata juga merupakan karya Yanase.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/P2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3806\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1969, \u201cAnpanman\u201d lahir untuk pertama kalinya. Namun, penampilannya saat itu berbeda dengan sekarang karena wajahnya lebih menyerupai seorang pria dewasa. Kemudian, karya tersebut diadaptasi menjadi anime dan mulai populer pada tahun 1988. Saya juga terkejut mengetahui bahwa butuh waktu sampai 19 tahun hingga akhirnya benar-benar sukses besar. Selama ini saya selalu mengira \u201cAnpanman\u201d langsung populer sejak pertama kali diciptakan.<br>Takashi Yanase sendiri pernah mengalami masa perang. Pada masa itu, beliau mengalami periode kelaparan yang sangat berat hingga kesulitan memperoleh makanan. Karena tidak ingin siapa pun mengalami penderitaan seperti itu, maka Ia ingin menyampaikan kepada banyak orang terkait pentingnya agar tidak kekurangan makanan. Dari pemikiran itulah terlahir \u201cAnpanman\u201d.<br>Tokoh \u201cAnpanman\u201d memberikan sebagian kepalanya kepada anak yang kelaparan untuk dimakan, demi mengatasi rasa lapar mereka. Ini betul-betul mengharukan setelah mengetahui bahwa karakternya lahir dari latar belakang seperti itu. Drama ini sangat bagus dan membuat saya ingin mengenal Takashi Yanase lebih dalam lagi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Belakangan ini, kegemaran saya setiap pagi adalah menonton drama pagi NHK (asadora, asa=pagi, ...","protected":false},"author":15,"featured_media":3805,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3804"},"categories":[10],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3968"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3968"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3969,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3968\/revisions\/3969"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}