{"id":3921,"date":"2026-05-11T09:30:00","date_gmt":"2026-05-11T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3921"},"modified":"2026-04-06T10:15:20","modified_gmt":"2026-04-06T01:15:20","slug":"cultural-heritage-afloat-the-hikawamaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2026\/05\/11\/cultural-heritage-afloat-the-hikawamaru\/","title":{"rendered":"Warisan Budaya di atas Laut: Hikawamaru"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah Anda mengetahui sebuah kapal yang bernama Hikawamaru?<br>Hikawamaru adalah kapal penumpang dan barang yang ditetapkan sebagai warisan budaya negara. Umumnya semua orang mengetahui kapal ini, karena sekarang terbuka dikunjungi sebagai kapal musium di taman Yamashita, distrik Nakaku.<br>Taman Yamashita adalah taman populer untuk pergi piknik bersama anak atau tempat kencan bagi kawula muda. Saya masih ingat bahwa Hikawamaru yang berlabuh disalah satu sudut taman Yamashita tersebut mengelola hotel dan beer garden dari dulu, tetapi baru tahu kini Hikawamaru juga terbuka sebagai kapal musium.<br>Pada beberapa waktu lalu, saya mengunjungi Hikawamaru. Saya sudah lama tidak berjalan-jalan di taman Yamashita, tetapi saya merasa angin laut seperti dulu dan suasana kapal Hikawamaru juga sangat mengagumkan.<br>Kali ini, saya sedikit mencari informasi tentang Hikawamaru. Kapal Hikawa Maru adalah kapal penumpang-kargo kelas 12.000 ton milik \u2018Nippon Yusen (NYK line)\u2019 yang selesai dibangun pada Tahun 1930 di galangan Mitsubishi Heavy Industries Yokohama, dan pada 13 Mei pada tahun yang sama, melaksanakan pelayaran perdananya dari kota Kobe sampai Seattle, Amerika Serikat. Pada Tahun 1932, Charlie Chaplin berlayar naik Hikawamaru dari Yokohama ke Seattle setelah melaksanakan kunjungan ke Jepang. Kemudian, Grup Teater Takarazuka (Takarazuka Kagekidan) juga naik kapal ini untuk pertunjukan di Amerika Serikat. Era damai tidak berlangsung lama, kapal ini digunakan oleh orang Yahudi yang melarikan diri ke Amerika Serikat pada tahun 1940-an. Setelah itu, kapalnya digunakan oleh angkatan laut Jepang sebagai kapal rumah sakit khusus angkatan laut pada tahun 1941. Saya pernah melihatnya di dalam buku sekolah dan kapalnya dicat ulang dengan warna putih dan pada bagian badannya digambar palang merah. Kapal ini membawa banyak tentara terluka atau sakit hingga berakhirnya perang dunia. Setelah era perang selesai, kapal ini digunakan untuk repatriasi tentara, lalu kembali sebagai kapal barang dan pensiun pada tahun 1960. Pada tahun 1961, sebagai bagian dari proyek peringatan 100 tahun dibukanya Pelabuhan Yokohama, kapal itu ditambatkan di Taman Yamashita dan tetap berada di sana sampai sekarang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG_1744.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3712\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG_1749.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3713\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Berkaitan tentang Hikawamaru sebagai musium, kita bisa melihat melihat bagian dalam kapalnya dengan biaya masuk yang murah sekali (300 yen!). Sayangnya kita tidak bisa mengambil fotonya, tapi saya terkesan dengan interior kapal Hikawamaru dengan desain Art Deconya yang mewah, seolah-olah kita terbawa pada set film Titanic, sambil berjalan dari resepsi dek A sampai kamar penumpang kelas ke-satu, ruang sosial, dan kantin kelas ke-satu dek B.<br>Saya menbayangkan orang-orang kaya zaman awal Showa menikmati berlayar sampai ke Amerika Serikat dengan kapal ini.<br>Saat saya turun ke dek C, di mana ada kamar penumpang kelas ke-tiga, juga terdapat ruang engine dan ruang barang yang menjadikan suasananya lansung berubah. Ketika saya melihat kamar penumpang kelas ke-tiga, saya kaget melihat besarnya perbedaan dengan penumpang kelas satu. Dalam kamar penumpang kelas ke-tiga, terdapat dua tempat tidur tingkat di kedua sisi temboknya, serta ada satu wastafel kecil di belakang lorongnya. Ternyata 8 (delapan) orang tidur di kamar sekecil ini\u2026. Tampaknya penumpang kamar kelas ke-tiga tidak diizinkan untuk masuk dek A. Apakah ada diskriminasi status sosial pada masa itu?. Setelah itu, saat turun ke dek D, ada ruang engine raksasa dan sangat mengesankan. Kalau ruang engine sebesar ini sedang berfungsi, suaranya bagaimana ya? Saya tidak bisa menbayangkannya.<br>Selain itu, kita bisa melihat area staf kapal, kamar kapten kapalnya, dan anjungan. Ada juga area pameran sejarah Hikawamaru dan saya benar-benar menikmati waktu yang berkesan melihat kapal Hikawamaru.<br>Ketika Anda berkunjung ke Yokohama, silahkan menikmati jalan-jalan di taman Yamashita dan melihat-lihat bagian dalam kapal Hikawamaru.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"426\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/3999514_s.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3710\"\/><\/figure><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Apakah Anda mengetahui sebuah kapal yang bernama Hikawamaru?Hikawamaru adalah kapal penumpang ...","protected":false},"author":14,"featured_media":3711,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3709"},"categories":[20],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3921"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3921"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3922,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3921\/revisions\/3922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}