{"id":3679,"date":"2026-03-23T09:30:00","date_gmt":"2026-03-23T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3679"},"modified":"2026-01-20T13:53:00","modified_gmt":"2026-01-20T04:53:00","slug":"site-of-the-former-minamimachi-magistrates-office","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2026\/03\/23\/site-of-the-former-minamimachi-magistrates-office\/","title":{"rendered":"Bekas lokasi Minamimachi Bugyousho, yang terkenal dalam Berbagai Drama Sejarah"},"content":{"rendered":"\n<p>Suatu hari sepulang kerja saat berjalan tanpa suatu tujuan, tetiba pandangan saya tertarik pada sebuah batu prasasti di depan Stasiun Yurakucho. Karena penasaran, saya mendekat untuk melihatnya dan menemukan tulisan terukir yang berbunyi: \u201cSitus Cagar Budaya yang Ditunjuk Pemerintah Metropolitan Tokyo &#8211; Bekas Lokasi Kantor Komisaris Minamimachi (Minamamachi Bugyousho)\u201d.<br>Saat mendengar \u201cKantor Komisaris Minamimachi (Selatan)\u201d, pasti banyak orang langsung teringat pada karakter yang sangat terkenal dalam drama periode yaitu Ooka Echizen. Sewaktu kecil, saya sering menonton acara drama \u201cnasional gekijyo (teater nasional)\u201d di stasiun televisi TBS, seperti: \u201cMito Komon\u201d, \u201cEdo wo Kiru\u201d, dan \u201cOoka Echizen\u201d.<br>Di antara berbagai serial drama yang saya tonton, \u201cOoka Echizen\u201d memberikan kesan sebagai drama tentang sejarah ortodoks yang diproduksi dengan serius. Lagu pembukanya terdengar sangat melankolis. Saat mendengarnya di masa kecil, nuansanya terasa agak menakutkan. Alur ceritanya sangatlah bagus sebagai tontonan hiburan pada masanya. Salah satu episode yang paling membekas bagi saya adalah cerita berjudul \u201cSanpou Ichiryou Zon\u201d (Kerugian Satu \u201cRyou\/mata uang emas periode sebelum era Meiji\u201d untuk Tiga Pihak). Cerita ini merupakan salah satu contoh klasik dari \u201cPengadilan Ooka\u201d yang terkenal, dan digambarkan berlangsung di ruang pengadilan (Oshirasu). (Bagi yang tertarik, silakan searching \u201cSanpou Ichiryou Zon\u201d). Walaupun tidak ada bukti persidangan seperti dalam drama tersebut dalam catatan sejarah nyata, tetapi kisah fiksi ini termasuk dalam salah satu tema cerita rakyat klasiknya \u201cRakugo\u201d (seni bercerita tradisional Jepang).<br><br>Kembali kepada prasasti batu tadi, lokasinya terletak di Plaza depan Pintu Keluar Tengah Stasiun JR Yurakucho. Kantor Komisaris Minamimachi dipindahkan dari dalam Gerbang Tokiwabashi ke dalam Gerbang Sukiyabashi pada tahun ke-4 periode Hoei (Tahun 1707), dan hingga akhir periode Edo tetap berada di dalam Gerbang Sukiyabashi, yang kini merupakan kawasan Stasiun Yurakucho dan seluruh blok di sisi timurnya.<br>Konon, dalam penggalian arkeologi pada tahun 2005, ditemukan parit saluran air yang menghadap ke gerbang depan kantor komisaris, sumur yang dibangun di dalam kompleks pemerintahan, \u201cdozou\u201d (Gudang), dan lain-lain. Selain itu, ditemukan juga label pengiriman bertuliskan tinta \u201cKediaman Ooka Echizen no Kami\u201d, yang merupakan temuan sejarah sangat berharga.<br>Di sebelah kiri prasasti, terdapat tembok batu yang merekonstruksi parit saluran air dengan susunan batu. Kini, tempat ini seolah-olah berfungsi seperti bangku tunggu bagi wisatawan asing atau pasangan muda. Di taman bawah tanah Yurakucho ITOCiA Plaza, terdapat ruang bawah tanah (anagura) yang telah direkonstruksi dan dipamerkan. Bangku kayu di kedua sisi ruang bawah tanah tersebut konon terbuat dari pipa kayu (mokuhi; pipa saluran air era Edo) yang didaur ulang. Dari semua orang yang duduk di sini, kira-kira berapa banyak yang menyadari bahwa mereka sedang duduk di atas pipa air dari zaman Edo?<br>Meskipun sulit membayangkan bahwa Plaza Pintu Keluar Tengah Stasiun Yurakucho ini dulunya adalah lokasi Kantor Komisaris Minamimachi, tetapi kita masih dapat menyaksikan jejak pesona sejarahnya yang romantis.<br>Sebagai informasi, \u201cKantor Komisaris Kitamachi (Utara)\u201d (Kitamachi Bugyosho) yang terkenal melalui drama \u201cKinyou no Kin-san\u201d ternyata berlokasi di sekitar Pintu Keluar Yaesu Stasiun JR Tokyo sekarang. Bagaimana jika Anda mencoba menjelajahi bekas-bekas kantor komisaris zaman Edo?<br>Hal terakhir yang terkait dengan prasasti yang bertuliskan \u201cSitus Cagar Budaya yang Ditunjuk Pemerintah Metropolitan Tokyo &#8211; Bekas Lokasi Kantor Komisaris Minamimachi\u201d, jika dilihat dari dekat, ternyata benda tersebut bukanlah dari batu, melainkan lembaran stiker hasil cetakan yang ditempelkan pada permukaan kotak logam (mungkin semacam hidran atau panel distribusi listrik), seolah-olah terukir pada marmer.<br>Untuk sebuah \u201cprasasti\u201d yang menandai situs bersejarah Kantor Komisaris Minamimachi, ini terkesan sangat sederhana. Saya pun bertanya-tanya, mengapa bisa demikian? Secara pribadi, saya berharap dapat dibuat prasasti batu yang asli di sana. Ooka Echizen no Kami Tadasuke di alam sana pasti sedang tertawa melihat hal ini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_1654.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3598\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Penampakan sebuah prasasti di Plaza depan Stasiun Yurakucho!<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"800\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_1613.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3596\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Situs Cagar Budaya yang Ditunjuk Pemerintah Metropolitan Tokyo &#8211; Bekas Lokasi Kantor Komisaris Minamimachi (Minamimachi Bugyousho)<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_1675-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3599\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">\u201cAnagura\u201d atau Ruang bawah tanah yang telah direkonstruksi dan dipamerkan di plaza bawah tanah.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_1678.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3600\" style=\"width:161px;height:auto\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bangku yang terbuat dari daur ulang pipa air zaman Edo (Mokuhi).<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"675\" height=\"900\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG_1615.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3597\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ini bukan prasasti batu sungguhan melainkan tiruan!<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Suatu hari sepulang kerja saat berjalan tanpa suatu tujuan, tetiba pandangan saya tertarik pad...","protected":false},"author":14,"featured_media":3601,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3595"},"categories":[20],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3679"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3680,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3679\/revisions\/3680"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}