{"id":3648,"date":"2026-03-09T09:30:00","date_gmt":"2026-03-09T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3648"},"modified":"2026-01-20T13:54:23","modified_gmt":"2026-01-20T04:54:23","slug":"delusions-about-japanese","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2026\/03\/09\/delusions-about-japanese\/","title":{"rendered":"Imajinasi tentang Bahasa Jepang"},"content":{"rendered":"\n<p>Menurut saya hal yang penting saat menggunakan bahasa adalah bagaimana mengekspresikan kondisi dan perasaan pada saat berbicara dengan jelas dan tepat. Walaupun, hal tersebut sangatlah sulit dilakukan. Pada umumnya, kita cenderung berkata terlalu banyak atau justru kurang. Selalu salah satu dari keduanya. Menyampaikan apa yang kita pikirkan dalam keadaan yang benar-benar utuh dan dipahami secara persis oleh lawan bicara, dapat dikatakan merupakan seperti sebuah keajaiban. Bahasa sepertinya memang sesuatu yang rumit ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bahasa Jepang, ada ungkapan \u201cjouhou ni odorasareru\u201d, yang secara harfiah berarti \u201cdibuat menari oleh informasi&#8221;. Maksudnya adalah terombang-ambing oleh berbagai informasi. Menurut saya, ini adalah ungkapan yang sangat tepat dan mudah dipahami.<br>Begitulah adanya. Informasi memang begitu menarik sampai-sampai kita tanpa sadar ikut \u201cmenari\u201d. Tentu saja, banyak juga informasi yang tidak akurat. Tetapi pada dasarnya, kita semua selalu terbawa oleh informasi. Televisi, radio, surat kabar, media sosial, informasi dari orang sekitar yang merupakan berbagai bentuk media yang memenuhi lingkungan kita.<br>Banyak orang mungkin akan berkata, \u201cAh tidak, saya tidak terbawa oleh informasi seperti itu\u201d, atau, \u201cSama sekali tidak. Justru saya memanfaatkan informasi\u201d. Tetapi, saya ingin mengajak untuk sejenak melihat ke arah kaki Anda sendiri. Bukankah Anda juga, setidaknya, sedang melangkah ringan mengikuti iramanya?<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita bayangkan sejenak, jenis \u201ctarian\u201d apa sebenarnya yang dimaksud di sini. Pastinya, jenis tarian tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada zaman, negara atau daerahnya, serta individu masing-masing. Misalnya, hip-hop, break dance, tarian sosial (ballroom dance), tari kontemporer, \u201cAwa Odori (tari awa)\u201d, \u201cSoran Bushi\u201d, \u201cBon Odori\u201d, tari perut, twist, dan sebagainya. Saat ini, Jepang sedang mengalami demam tarian. Sejak tahun 2012, tari menjadi mata pelajaran wajib di pendidikan jasmani tingkat SMP. Sehingga jika kita melihat ke berbagai media sosial, semua orang tampak menari. Mereka begitu antusias dan tidak sabar untuk menari, sehingga menontonnya pun sangat menyenangkan. Kalau saya menjalani masa remaja di era sekarang, mungkin saya juga akan bergabung dengan klub tari. Menari mengikuti irama musik favorit bisa jadi salah satu hal yang paling menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/AdobeStock_996934844-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3587\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagi para pekerja, saya yakin banyak yang merasa stres dan jengkel akibat padatnya kereta pagi saat jam sibuk berangkat kerja. Mari kita coba berimajinasi sejenak. Misalnya, membayangkan orang-orang yang sedang melihat ponsel di dalam kereta, dan pikirkan, \u201cOrang-orang ini juga sedang menari mengikuti informasi saat ini\u201d. Cobalah membayangkan mereka sedang menari. Mungkin ada yang menari break dance, atau ada yang menari hula, atau mungkin tarian sosial. Dengan sedikit berimajinasi seperti ini, mungkin stres akibat kereta penuh sesak bisa sedikit berkurang. Dan saya yakin, Anda sendiri juga sedang menari dalam suatu tarian tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, ungkapan \u201cjouhou ni odorasareru\u201d digunakan dalam arti negatif, namun anehnya, jika dipikirkan seperti ini, dunia pun bisa terlihat sedikit lebih menarik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/AdobeStock_671043204.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3586\"\/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Menurut saya hal yang penting saat menggunakan bahasa adalah bagaimana mengekspresikan kondisi...","protected":false},"author":16,"featured_media":3585,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3584"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3648"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3649,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648\/revisions\/3649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}