{"id":3513,"date":"2025-12-03T09:30:00","date_gmt":"2025-12-03T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3513"},"modified":"2025-09-18T15:44:24","modified_gmt":"2025-09-18T06:44:24","slug":"hydrangea-and-rainy-season","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/12\/03\/hydrangea-and-rainy-season\/","title":{"rendered":"Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing, Bag.9: \u201cAjisai\/Bunga Hydrangea\u201d dan \u201cTsuyu\/Musim Hujan\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Rumah saya memiliki kebun kecil seperti dahi kucing yang dalam Bahasa Jepang dikenal dengan istilah \u2018neko no hitai hodo\u2019. Saya tidak paham bagaimana ketika orang Indonesia mendengar istilah tersebut, tetapi kata \u201cHitai\u201d apabila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti \u2018dahi\u2019. Di Jepang, ketika merujuk kepada luasan yang kecil, biasa digambarkan dengan &#8220;Pekarangan seperti dahi kucing&#8221; atau &#8220;Rumah seperti dahi kucing&#8221;, karena dahi kucing sangat kecil.<br>Di Jepang, saat ini kami sedang memasuki musim hujan. Ini merupakan musim yang kurang menyenangkan setelah musim dingin yang panjang, serta merupakan periode dengan risiko bencana alam seperti banjir yang paling tinggi sepanjang tahun. Namun demikian, musim ini juga memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan kita, karena jika hujan tidak turun pada periode ini, maka akan berdampak pada ketersediaan air bersih untuk kehidupan sehari-hari selama musim panas, serta memengaruhi pertumbuhan hasil pertanian.<br>Berbicara mengenai musim di Indonesia dengan posisi yang terletak tepat di garis khatulistiwa, tentu tidak memiliki empat musim seperti di Jepang, bukan?. Pada Bulan Juni ini, sepertinya merupakan awal dari musim kemarau, ya?. Dari informasi yang saya peroleh, musim kemarau di Indonesia ditandai dengan tingkat kelembapan yang tidak terlalu tinggi, sehingga dapat dikatakan sebagai waktu yang cukup nyaman untuk beraktivitas.<br><br>Pada musim seperti ini, bunga \u201cajisai (hydrangea)\u201d di halaman rumah kami mulai bermekaran satu per satu. Kami dapat menikmati keindahannya selama kurang lebih satu bulan, sejak awal hingga akhir musim hujan. Tetapi, perlu diketahui bahwa \u201cajisai\u201d tidak akan berbunga di tahun berikutnya jika metode pemangkasannya salah. Bagi saya yang selama ini menerapkan gaya berkebun \u201cseadanya\u201d sesuai selera sendiri, merasa bahwa tanaman ini bukanlah jenis yang sesuai untuk saya. Sebelumnya, saya pernah memangkas terlalu banyak ranting dan daun \u201cajisai\u201d yang tumbuh terlalu panjang, sehingga akhirnya sama sekali tidak berbunga.<br>Setelah mengalami kegagalan tersebut, tahun ini saya akhirnya dapat melihat banyak kuncup bunga yang tumbuh dengan baik. Ternyata dalam berkebun memang tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Jika kita mempelajari dan merawat bagian yang perlu dipangkas dengan benar, maka bunga \u201cajisai\u201d akan mekar dengan indah setiap tahunnya. Meskipun terasa agak merepotkan, tetapi perawatan dan pemangkasan yang tepat sangatlah penting untuk bunga \u201cajisai\u201d.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"800\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_1320.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3274\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"800\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_1323.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3275\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_1324-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3276\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Selain itu, banyak orang mengira bahwa bagian yang tampak seperti kelopak bunga \u201cajisai\u201d sebenarnya bukanlah kelopak. Bagian indah yang sering kita anggap sebagai kelopak itu sesungguhnya adalah \u201cgaku\u201d atau kelopak pelindung bunga, sementara bunga yang sesungguhnya justru adalah bagian kecil yang terletak di tengah-tengahnya. Setelah saya mencari tahu, \u201cgaku\u201d merupakan bagian yang melindungi bunga saat masih berupa kuncup. Pada tanaman bunga lain, \u201cgaku\u201d biasanya berwarna hijau. Meskipun istilah botanis seperti ini mungkin tidak terlalu penting bagi sebagian orang, tetapi kalau terlihat indah, bagi saya baik \u201cgaku\u201d maupun kelopak tetaplah indah. Maka dari itu, saya ingin menikmati bunga \u201cajisai\u201d yang mekar di musim hujan ini tanpa terlalu terikat pada istilah ilmiahnya.<br>Ngomong-ngomong, diketahui bahwa jenis asli dari bunga \u201cajisai\u201d yang berasal dari Jepang dikenal sebagai \u201cgaku ajisai\u201d. Saat ini, berbagai varietas \u201cajisai\u201d hasil persilangan dan pengembangan telah dibudidayakan di seluruh dunia sebagai tanaman hias. Saya penasaran, apakah di Indonesia juga terdapat bunga \u201cajisai\u201d?.<br>Jika Anda berkunjung ke Jepang pada musim hujan ini, saya sarankan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang berkaitan dengan \u201cajisai\u201d. Di berbagai wilayah Jepang, terdapat kuil-kuil yang dikenal sebagai \u201ckuil ajisai\u201d, seperti \u201cMeigetsuin\u201d dan \u201cHasedera\u201d di kota Kamakura Prefektur Kanagawa, yang dikenal karena keindahan bunga \u201cajisai\u201dnya.<br>Saya pun berharap bunga \u201cajisai\u201d di rumah kami dapat terus mekar dengan indah dan tidak kalah dari yang ada di kuil-kuil tersebut. Untuk itu, saya akan meninggalkan kebiasaan berkebun yang asal-asalan dan berusaha merawatnya dengan baik agar tahun depan pun tetap berbunga dengan menawan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Rumah saya memiliki kebun kecil seperti dahi kucing yang dalam Bahasa Jepang dikenal dengan is...","protected":false},"author":14,"featured_media":3277,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3273"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3513"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3513"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3515,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3513\/revisions\/3515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}