{"id":3504,"date":"2025-12-22T09:30:00","date_gmt":"2025-12-22T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3504"},"modified":"2025-09-18T15:31:54","modified_gmt":"2025-09-18T06:31:54","slug":"orihime-and-hikoboshis-true-feelings","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/12\/22\/orihime-and-hikoboshis-true-feelings\/","title":{"rendered":"Menyelami Perasaan Orihime dan Hikoboshi yang sesungguhnya di Tanabata"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada berbagai versi kisah Tanabata, tetapi secara garis besar, isinya adalah sebagai berikut:<br>Dahulu kala, hiduplah seorang putri dewa yaitu \u201cOrihime\u201d, dan seorang pemuda bernama \u201cHikoboshi\u201d. Orihime adalah seorang pekerja keras yang menenun kain, sedangkan Hikoboshi adalah orang yang rajin mengurus sapi. Mereka berdua pun akhirnya menikah.<br>Setelah menikah, Orihime dan Hikoboshi yang tadinya merupakan pekerja keras tiba-tiba berubah menjadi pemalas dan tidak mau bekerja sama sekali. Dewa yang marah kemudian menciptakan \u201cAmanogawa\/sungai langit\u201d untuk memisahkan mereka berdua.<br>Orihime dan Hikoboshi terus menangis karena merasa sedih. Melihat kondisi tersebut, sang dewa berjanji bahwa jika mereka kembali bekerja keras seperti sebelumnya, mereka akan diizinkan bertemu sekali dalam setahun.<br>Sejak saat itu, mereka berdua mengubah hati dan kembali bekerja dengan sungguh-sungguh. Akhirnya, mereka diizinkan melintasi \u201cAmanogawa\u201d dan bertemu sekali dalam setahun. Hari itulah yang kemudian dikenal sebagai \u201cTanabata\u201d.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/AdobeStock_851379853-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3255\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"996\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/AdobeStock_509379541-1024x996.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3253\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Di Jepang, terdapat suatu keyakinan bahwa jika hujan turun pada malam Tanabata, maka \u201cAmanogawa\u201d akan banjir, sehingga Orihime dan Hikoboshi tidak dapat bertemu (ada berbagai versi berkaitan dengan keyakinan ini).<br>Oleh karena itu, ketika malam Tanabata cerah, sering dikatakan secara romantis, \u201cOrihime dan Hikoboshi pasti senang dapat bertemu tahun ini\u201d. Seolah-olah mereka adalah lambang cinta sejati.<br>Namun, benarkah demikian? Apakah Orihime dan Hikoboshi benar-benar senang dapat bertemu setelah setahun lamanya?<br>Kisah Tanabata menceritakan bahwa Hikoboshi dan Orihime dapat melintasi \u201cAmanogawa\u201d untuk bertemu sekali setahun.<br>Menariknya, berdasarkan penelitian, pembentukan \u201cAmanogawa\u201d kemungkinan dimulai sekitar 13 miliar tahun yang lalu.<br><br>Sumber: Kemungkinan Pembentukan Galaksi Bima Sakti Dimulai Sekitar 13 Miliar Tahun Lalu. Sorae Portal ke Antariksa <br><a href=\"https:\/\/sorae.info\/astronomy\/20220330-milky-way.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">https:\/\/sorae.info\/astronomy\/20220330-milky-way.html<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, jika kita melihat data jumlah hari hujan pada Tanabata selama 61 tahun terakhir (hitungan mundur dari tahun 2022) di beberapa kota besar di Jepang, hasilnya adalah: Tokyo 18 hari, Nagoya 23 hari, Osaka 21 hari (periode survei Osaka 59 tahun), dan Fukuoka 18 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: Seberapa Besar Peluang Hujan di Tanabata? [Mengejutkan! Data Hujan Kota-kota Besar] &#8211; Shiritaino <br><a href=\"https:\/\/www.loscluza12.net\/entry\/tanabatarain\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">https:\/\/www.loscluza12.net\/entry\/tanabatarain<\/a><br><br>Berdasarkan data yang ada, Nagoya memiliki probabilitas hujan tertinggi di Hari Tanabata, yaitu 38%.<br>Mari kita asumsikan secara maksimal bahwa terdapat 40% kemungkinan hujan pada Hari Tanabata, yang menyebabkan \u201cAmanogawa\u201d banjir dan Orihime serta Hikoboshi tidak dapat bertemu.<br>Ini berarti, dari 13 miliar tahun sejak pembentukan Sungai Bima Sakti, mereka tidak dapat bertemu sebanyak 40% dari waktu tersebut. Sebaliknya, mereka berhasil bertemu sebanyak 60% dari waktu tersebut.<br>Sehingga sampai Tahun 2022, Orihime dan Hikoboshi diperkirakan telah bertemu sebanyak 13 miliar tahun\u00d760%=7,8 miliar kali.<br>Untuk pembaca di Indonesia, izinkan saya berbicara sejenak mengenai perspektif orang Jepang.<br>Di Jepang, pria dan wanita dapat menikah dengan orang yang mereka cintai mulai usia 18 tahun. Jika sepasang suami istri hidup bersama hingga akhir hayat, kira-kira berapa kali mereka dapat bertemu<br><br>Berdasarkan data yang ada, usia tertua yang pernah dicapai oleh seseorang di Jepang adalah 116 tahun. Mari kita buat skenario hipotetis: Jika sepasang kekasih yang menikah pada usia 18 tahun, keduanya mencapai usia 116 tahun, mereka akan bersama selama 116 tahun\u221218 tahun=98 tahun.<br>Jika selama 98 tahun tersebut mereka bertemu setiap hari, maka total pertemuan yang terjadi adalah 98 tahun\u00d7365 hari\/tahun=35.770 hari. Ini berarti mereka akan bertemu sekitar 35.770 kali. Apabila diasumsikan mereka bertemu tiga kali sehari (pagi, siang, dan malam), maka total pertemuan hingga akhir hayat adalah 35.770 kali\u00d73 kali\/hari\u2248110.000 kali.<br>Dengan asumsi di atas, untuk mencapai jumlah pertemuan Orihime dan Hikoboshi yang mencapai 7,8 miliar kali, sepasang manusia harus mengulang kehidupan pernikahan yang setia selama 98 tahun, dengan bertemu tiga kali sehari, sebanyak sekitar 70.000 kali. Apakah ada yang benar-benar ingin mengulang hidup seperti ini sebanyak 70.000 kali?<br>Apakah Anda mengerti maksud saya?<br>Mungkin saja, mereka sebenarnya berharap hujan turun pada Hari Tanabata karena Orihime dan Hikoboshi sudah sering bertemu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Ada berbagai versi kisah Tanabata, tetapi secara garis besar, isinya adalah sebagai berikut:Da...","protected":false},"author":21,"featured_media":3254,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3252"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3504"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3504"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3506,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3504\/revisions\/3506"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}