{"id":3498,"date":"2025-11-24T09:30:00","date_gmt":"2025-11-24T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3498"},"modified":"2025-09-18T15:22:17","modified_gmt":"2025-09-18T06:22:17","slug":"shinjuku-gyoen-national-garden","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/11\/24\/shinjuku-gyoen-national-garden\/","title":{"rendered":"Berkunjung ke Shinjuku Gyoen"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada suatu akhir pekan di akhir Bulan Mei, saya pergi berkunjung ke Taman Nasional Shinjuku Gyoen. Sayangnya cuaca waktu itu mendung, tetapi suhunya sangat pas untuk berjalan-jalan di taman yang luas karena tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Tamannya itu dibuka mulai pukul 9 pagi. Saya tiba di Gerbang Okido sekitar pukul 9:30 dan terlihat sudah banyak pengunjungnya. Di dalam tamannya terdapat jalur lari, ditempat tersebut saya melihat beberapa pelari yang tampak lincah gesit.<br>Shinjuku Gyoen terletak di Shinjuku, Tokyo. Kita bisa mengunjunginya dengan 5 menit berjalan kaki dari pintu keluar 1 Stasiun Shinjuku Gyoen di jalur kereta bawah tanah Marunouchi. Selain itu Alternatif lainnya adalah keluar dari pintu 2 untuk mencapai Gerbang Okido dengan berjalan kaki selama 5 menit dari pintu keluar tersebut.<br>Harga tiket masuknya adalah 500 yen untuk dewasa (usia 16 tahun hingga 65 tahun), 250 yen untuk lansia di atas 65 tahun dan pelajar tingkat SMA ke atas, dan gratis untuk anak-anak di bawah usia SMP.<br>Shinjuku Gyoen dibangun pada tahun 1906 (tahun ke-39 zaman Meiji) sebagai halaman keluarga kekaisaran Jepang. Lokasinya berada di bekas tanah kediaman keluarga Naito dari Domain wilayah kekuasaan Shinshu Takato.<br>Setelah Perang Dunia II, tempat ini dioperasikan sebagai taman umum dan kewenangannya dialihkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup karena reorganisasi kementerian pada tahun 2001 (tahun ke-13 zaman Heisei).<br>Shinjuku Gyoen adalah taman bergaya Eropa modern yang representatif dari mewakili kondisi zaman Meiji, yang merupakan kombinasi dari taman formal, taman lanskap, dan taman Jepang, dengan luas 58,3 hektare dan kelilingnya sepanjang 3,5 kilometer.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"427\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gyoen_2_w1200h500-1024x427.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3238\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pertama, Saya memulai kunjungannya dengan pergi ke Taman Formal untuk melihat bunga mawar yang sedang mekar, karena musim mekarnya dari bulan Mei hingga Juni. Taman ini memiliki ciri khas simetris dalam bentuk geometris. Menurut informasi dari situs websitenya, sekitar 140 pohon platanus ditanam berjajar di kedua sisi jalannya. Selain itu, ada juga topiary (pohon yang dipangkas menjadi bentuk tertentu) yang terpasang di bagian tengahnya, dan 500 pohon mawar yang ditanam di sekelilingnya.<br>Saya melihat berbagai bunga mawar yang bermekaran, walaupun banyak juga yang sudah berguguran. Saya sebenarnya ingin melihat mawar jenis \u201cPrincess Aiko\u201d yang anggun dan indah. Mawar jenis tersebut memang dinamai untuk merayakan kelahiran Putri Toshi (Aiko). Sayangnya, bunga mawarnya sudah berguguran.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"410\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gyoen_3_w1200h480-1024x410.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3239\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Dari barisan atas, sebelah kiri<\/strong><br>Picasso\uff08Diciptakan di Inggris pada tahun 1971\uff09<br>French Lace\uff08Diciptakan di Amerika pada tahun 1980\uff09<br>Jublle du Prince de Monaco\uff08Diciptakan di Francis pada tahun 2000\uff09<br>Rakuen\uff08Diciptakan di Jepang pada tahun 1996\uff09<br>Andalusien\uff08Diciptakan di Jerman pada tahun 1976\uff09<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dari barisan bawah, sebelah kiri<\/strong><br>Eureka\uff08Diciptakan di Jerman pada tahun 2003\uff09<br>Hagoromo\uff08Diciptakan di Jepang pada tahun 1970\uff09<br>Black Tea\uff08Diciptakan di Jepang pada tahun 1973\uff09<br>International Herald Tribune\uff08Diciptakan di Inggris pada tahun 1984\uff09<br>Pink French Lace\uff08Diciptakan di Jepang pada tahun 2004\uff09<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"410\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gyoen_4_w1200h480-1024x410.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3240\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Dari barisan atas, seberah kiri<\/strong><br>Mein Schoner Garten\uff08 Diciptakan di Jerman pada tahun 1997\uff09<br>Ryokko\uff08Diciptakan di Jepang pada tahun 1991\uff09<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagian tengah<\/strong><br>New Dawn\uff08 Diciptakan di Amerika pada tahun 1930\uff09<br><br><strong>Dari barisan bawah, sebelah kiri<\/strong><br>Vanilla Bonica\uff08Diciptakan dari Inggris pada tahun 2006\uff09<br>Stadt Eltvlle\uff08Diciptakan dari Jerman pada tahun 1990\uff09<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"410\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gyoen_5_w1200h480-1024x410.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3241\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Dari barisan atas, seberah kiri<\/strong><br>Ballerina\uff08Diciptakan dari Inggris pada tahun 1937\uff09<br>Mozart\uff08Diciptakan dari Jerman pada tahun 1937\uff09<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tengah<\/strong><br>Strawberry Ice\uff08Diciptakan dari Francis pada tahun 1930\uff09<br><br><strong>Dari barisan bawah, seberah kiri<\/strong><br>Marjorie Fair\uff08Diciptakan dari Inggris pada tahun 1978\uff09<br>La Sevillana\uff08Diciptakan dari Francis pada tahun 1978\uff09<\/p>\n\n\n\n<p>Mawar yang dihasilkan pada tahun 1930 masih mekar pada tahun 2025. Ini sangat luar biasa karena dapat bertahan 95 tahun setelahnya. Itu sungguh luar biasa! Saya takjub mengetahui bahwa banyak mawar yang diciptakan dihasilkan pada tahun 1900-an masih ada tumbuh. Ternyata varietas-varietas itu telah dipelihara dan dilestarikan dengan baik selama kurun waktu yang panjang. Semoga bunga-bunga yang cantik ini terus mekar selamanya!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"427\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gyoen_6_w1200h500-1024x427.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3242\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Dari barisan atas, sebelah kiri<\/strong><br>Kyu Goryo-tei (paviliun teh tradisional Jepang), Taman Jepang, Rumah kaca<br><br><strong>Dari barisan bawah, sebelah kiri<\/strong><br>Rest Area Pusat SASAYAIORI + Shinjuku Gyoen, Shotei Shinjuku Gyoen Anon, Rakuu-tei Shinjuku Gyoen Muroya\/Koichi-shoten<br><br>Setelah berjalan di Taman Formal, saya melanjutkan perjalanan ke Kyu Goryo-tei, Taman Jepang, dan Rumah kaca.<br>Kyu Goryo-tei adalah bangunan yang dipersembahkan untuk memperingati pernikahan Kaisar Showa pada tahun 1927 (tahun ke-2 zaman Showa). Bangunan ini tampaknya di dirikan dengan tujuan sebagai tempat berteduh saat Kaisar berjalan-jalan di musim panas.<br>Di tempat ini, bayangan pepohonan dan bagian tepi airnya terlihat sangat sejuk.<br>Taman Jepang adalah taman dengan jenis taman yang didesain dengan kolam di tengahnya, di mana kita dapat menikmati pemandangannya sambil berjalan di sekeliling mengelilingi kolam.<br>Suasana di sini terasa sangat menyegarkan dengan pohon-pohonnya yang rindang\u2026<br>Di dalam rumah kaca, terdapat sekitar 2700 jenis tumbuhan yang ditanam, terutamanya tumbuhan tropis dan subtropis ditanam. Sejak tahun 2012 (tahun ke-24 periode Heisei), tempat ini juga berfungsi sebagai rumah kaca yang ramah lingkungan untuk melestarikan dan memamerkan tumbuhan yang terancam punah.<br>Meskipun di dalam rumah kaca suasananya selalu seperti musum panas, tampaknya bunga-bunga yang mekar berubah-ubah setiap saat. Saya melihat berbagai jenis tumbuhan, dan sangat kagum dengan pameran-pameran berbagai arsitek tamannya yang dibuat dengan matang, seperti tebing dan air terjung di balik terowongan. Suasananya sangat menyenangkan!<br><br>Taman ini sangat luas, tetapi jika merasa lelah berjalan, Anda dapat beristirahat.<br>Ditaman tersedia di tempat istirahat gratis tanpa harus memesan makanan atau minuman. Di Rest Area Pusat, ada tempat istirahat gratis dan Kafe \u201cRest Area Pusat SASAYAIORI &amp; Shinjuku Gyoen\u201d yang menyajikan \u201cManisan ala Jepang (Wa-Sweets)\u201d yang diurus oleh Sasayaiori, yaitu toko panganan Kyoto yang sudah lama berdiri.<br>Di Shouten-Tei, ada terdapat tempat istirahat gratis dan Kafe \u201cShotei Shinjuku Gyoen Anon\u201d yang menyajikan \u201cSweets manisan kacang merah\u201d yang diurus dikelola oleh Kyoto Gion Anon yang terletak di Gion, Kyoto.<br>Di \u201cRakuu-Tei\u201d ada toko khusus sushi inari dari nasi cuka dengan Yuzu bernama \u201cShinjuku-Gyoen Muroya\u201d, serta ada juga ada toko penyewaan kimono \u201cKoichi-shoten\u201d. Namun perlu diperhatikan bahwa \u201cRakuu-Tei\u201d tidak dapat digunakan hanya untuk beristirahat.<br>Saya menikmati berjalan-jalan di Shinjuku-Gyoen hingga sekitar pukul 12. Saya benar-benar merasa segar dengan melihat mawar-mawar yang cantik, berjalan di atas rumput empuk, dan merasakan kedamaian di berada antara pepohonan yang rindang.<br>Bagaimana kalau Anda mencoba berkunjung ke Shinjuku Gyoen? Disana anda dapat menikmati hampir 70 jenis dan 900 pohon Sakura pada musim semi, serta pameran Krisan dan Anggrek Barad pada musim gugur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pada suatu akhir pekan di akhir Bulan Mei, saya pergi berkunjung ke Taman Nasional Shinjuku Gy...","protected":false},"author":9,"featured_media":3237,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3236"},"categories":[20,5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3498"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3498"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3503,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3498\/revisions\/3503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}