{"id":3356,"date":"2025-10-29T09:30:00","date_gmt":"2025-10-29T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3356"},"modified":"2025-07-25T11:25:45","modified_gmt":"2025-07-25T02:25:45","slug":"sakuramochi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/10\/29\/sakuramochi\/","title":{"rendered":"Sakuramochi"},"content":{"rendered":"\n<p>Sakuramochi adalah kue tradisional Jepang (dalam Bahasa Jepang adalah wagashi) yang melambangkan datangnya musim semi. Sakuramochi memiliki tampilan yang manis dan menggemaskan berwarna merah muda pucat dibalut daun bunga Sakura dengan cita rasa yang sederhana. Kue ini dicintai oleh banyak masyarakat Jepang, baik anak-anak maupun orang dewasa.<br>Berdasarkan perbedaan cara pembuatan dan rasa, sakuramochi terbagi menjadi dua jenis, yaitu \u201cgaya Kanto\u201d dan \u201cgaya Kansai\u201d. Sebelumnya perbedaan ini tergantung pada daerah, tetapi pada saat ini perbedaan regional tersebut tidak terlalu mencolok. Bahkan di kota-kota besar kedua jenis tersebut umumnya dijual bersamaan.<br>Untuk sakuramochi \u201cgaya Kanto\u201d, \u201canko\u201d (pasta manis dari kacang merah yang direbus kemudian dihaluskan) dibalut dengan kulit tipis, seperti kue dadar, yang terbuat dari tepung terigu yang dilarutkan dengan air, kemudian dibungkus dengan daun sakura.<br>Sedangkan, sakuramochi \u201cgaya Kansai\u201d dibuat dengan menggunakan tepung dari beras ketan yang telah dikukus, dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga halus. Adonan dari tepung tersebut digunakan untuk membalut anko, kemudian dibungkus dengan daun sakura.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/sakuramochi-2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3182\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">[Sakuramochi \u201cgaya Kansai\u201d]<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/sakuramochi-3-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3183\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">[Sakuramochi \u201cgaya Kanto\u201d]<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kedua gaya tersebut sebetulnya memiliki kesamaan, yaitu pada adonannya yang berwarna merah muda pucat, berisi \u201canko\u201d di dalamnya, serta dibungkus dengan daun sakura.<br>Berbicara tentang bunga sakura, jenis yang paling terkenal di Jepang \u201cSakura Someiyoshino\u201d. Tetapi, daun pembungkus yang digunakan untuk sakuramochi adalah daun muda dari jenis \u201cOshimazakura\u201d, karena aroma sakuranya yang lebih kuat. Daun-daun ini biasanya dipetik dari awal Mei sampai akhir Agustus dengan hati-hati supaya tidak rusak, kemudian diawetkan dalam larutan garam.<br>Berbicara tentang daun sakura, ternyata daunnya mengandung zat alami bernama \u201ccoumarin\u201d. Ada pendapat yang mengatakan bahwa daun pada sakuramochi sebaiknya tidak dimakan karena mengkonsumsi \u201ccoumarin\u201d dalam jumlah besar diduga dapat menyebabkan gangguan pada hati. Padahal, \u201ccoumarin\u201d juga merupakan bahan yang umum digunakan dalam kosmetik dan obat-obatan, dan dikatakan bahwa tidak akan menimbulkan efek berbahaya selama tidak dikonsumsi dalam jumlah yang besar setiap hari. Oleh sebab itu, makan daun sakura pada sakuramochi sesekali sepertinya masih aman.<br>Di toko-toko \u201cwagashi\u201d pun, ada yang menyarankan untuk menikmati sakuramochi bersama daunnya, walaupun ada juga yang menyarankan agar daunnya dilepas terlebih dahulu sebelum dinikmati.<br>Saat kecil, saya sendiri tinggal di daerah yang hanya menjual sakuramochi \u201cgaya Kansai\u201d. Sakuramochi ini memiliki permukaan yang agak lengket, sehingga daun pembungkusnya pun sulit untuk dilepas. Daunnya dapat robek jika dipaksakan, sehingga biasanya dimakan bersama daunnya. Daun yang memiliki sedikit rasa asin ini justru menambah kelezatan sakuramochinya.<br>Silakan coba sendiri dan rasakan kenikmatannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Sakuramochi adalah kue tradisional Jepang (dalam Bahasa Jepang adalah wagashi) yang melambangk...","protected":false},"author":12,"featured_media":3181,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3180"},"categories":[3],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3356"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3356"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3358,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3356\/revisions\/3358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}