{"id":3343,"date":"2025-11-10T09:30:00","date_gmt":"2025-11-10T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3343"},"modified":"2025-07-25T11:13:13","modified_gmt":"2025-07-25T02:13:13","slug":"japanese-song-coconut-fruit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/11\/10\/japanese-song-coconut-fruit\/","title":{"rendered":"\u3010Lagu Jepang\u3011Yashi no Mi (Kelapa)"},"content":{"rendered":"\n<p>Saya berpendapat bahwa terdapat beberapa persamaan di antara lagu-lagu yang dikenal sebagai lagu legendaris.<br>Definisi \u201clagu legendaris\u201d bagi saya adalah lagu yang tiba-tiba terlintas dalam kepala dan mengalun dengan lembut, menghangatkan hati, dan meringankan perasaan. Lagu seperti itu kerap teringat secara spontan dalam keseharian dan senantiasa menemani seolah lagu tersebut tiba-tiba mengalir dalam pikiran kita. Misalnya, Pada situasi seperti: saat sedang berjalan-jalan di kota, perjalanan pulang dari kantor atau sekolah, pergi berbelanja di sore hari, atau saat musim berganti.<br>\u201cYashi no Mi (Kelapa)\u201d adalah lagu yang sangat berarti bagi saya. Penulis liriknya adalah Toson Shimazaki yaitu seorang penyair sekaligus novelis, dan komponisnya adalah Torao Oonaka. Kalau berbicara tentang genre, saya rasa ini termasuk lagu sekolah atau lagu anak-anak Jepang.<br>Tahun lalu, saat sedang menyeberang di jalan dekat kantor, lagu \u201cYashi no Mi (Kelapa)\u201d mengalir di kepala saya, bahkan nadanya masih terngiang di tengah suara lampu lalu lintas. Saya ingat betul itu adalah hari yang terik di musim panas. Ini adalah lagu yang indah, dengan melodi yang tenang dan lembut serta berpadu den gan indahnya rangkaian kalimat dalam bahasa Jepang. Hal tersebut membuat saya merasa nyaman saat mendengarkannya.<br>Tentu saja, bukan hanya saya yang merasakan hal itu. Melihat bahwa lagu ini di cover oleh banyak penyanyi hingga sekarang, itu menunjukkan bahwa lagu ini memiliki daya tarik universal yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/AdobeStock_221647394-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3151\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cNa mo shiranu touki shima yori nagare yoru yashi no mi hitotsu (Dari pulau jauh yang tak seorang pun tahu namanya, sebuah kelapa hanyut mendekat)\u201d<br>Kalimat pembuka lagu itu sangat mengesankan. Pada saat itu saya mendapat perasaan aneh seolah-olah masuk ke dalam cerita lagu tersebut. Ada perasaan nostalgia yang mengalir deras langsung ke dalam hati dan tubuh saya.<br>Padahal saya tidak punya kenangan istimewa dengan lagu ini. Saya juga tidak sering mendengarnya saat kecil, dan tidak pernah berlatih atau menyanyikannya bersama teman sekelas pada lomba paduan suara. Saya mungkin pernah mempelajarinya saat pelajaran musik, tapi tidak punya ingatan yang jelas tentang hal itu.<br>Meskipun begitu, saya tanpa sadar teringat lagu ini setiap beberapa tahun sekali. Dan setiap kali teringat, saya merasa bahwa \u201cMemang ini lagu yang bagus sekali\u2026\u201d. Setelah mendengarkannya, saya selalu diselimuti kebahagiaan. Saya suka momen saat lagu ini mengalir begitu saja di kepala saya, meskipun bukan dari TV, radio, bukan juga Internet apalagi layanan langganan. Ini benal-benal adalah playlist istimewa yang hanya ada di kepala saya saja.<br>Mungkin Anda juga pasti pernah merasakan nostalgia dan rasa sedih saat mendengarkan lagu asing yang tidak dikenal, meskipun tidak mengerti liriknya. Saya bukan ahli dan tidak memahami teori musik, tetapi saya pikir lagu-lagu seperti itu mungkin memiliki \u201cPerasaan\u201d universal yang dapat menyentuh hati kita.<br>Jika ada lagu seperti itu di Indonesia, mohon beritahu saya ya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/AdobeStock_367680813-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3152\"\/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Saya berpendapat bahwa terdapat beberapa persamaan di antara lagu-lagu yang dikenal sebagai la...","protected":false},"author":16,"featured_media":3150,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=3149"},"categories":[19],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3343"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3343"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3345,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3343\/revisions\/3345"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}