{"id":2816,"date":"2025-07-23T09:30:00","date_gmt":"2025-07-23T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2816"},"modified":"2025-05-12T11:51:34","modified_gmt":"2025-05-12T02:51:34","slug":"origami-crane","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/07\/23\/origami-crane\/","title":{"rendered":"Tentang Origami"},"content":{"rendered":"\n<p>Suatu hari kemarin, saya bermain \u201cOrigami\u201d bersama keponakan perempuan saya yang masih TK. Saya sudah lama tidak bermain \u201corigami\u201d, namun kenangan saat saya masih di TK hingga SD, ketika membuat \u201cburung bagau\u201d dan \u201cbunga\u201d dari kertas-kertas berwarna-warni yang indah, muncul kembali.<br>Dibandingkan dengan \u201corigami\u201d zaman dulu, \u201corigami\u201d sekarang sudah lebih berkembang dan memiliki berbagai jenis kertas, seperti motif Jepang, kertas berkilau, serta kertas tembus cahaya. Tanpa disadari, saya juga merasa tertarik dengan beragam kertas tersebut.<br>Origami, salah satu budaya traditional di Jepang, adalah karya seni yang membentuk hewan dan tanaman yang berwarna-warni dan indah, dibuat dengan metode sederhana yaitu hanya melipat selembar kertas, untuk membentuk hewan dan tanaman berwarna warni dan indah.<br>Tampaknya, \u201cOrigata\u201d, metode melipat kertas saat membungkus hadiah atau surat pada zaman \u201cMuromachi\u201d, yang berkembang sebagai menjadi suatu etika bagi keluarga samurai. Kemudian, tradisi ini menyebar pada zaman Edo dan menjadi salah satu asal muasal \u201corigami\u201d yang berhubungan dengan \u201corigami\u201d zaman sekarang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Fujita_202501_02-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2811\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin hasil pertama kali bermain origami biasanya adalah \u201cburung bagau\u201d atau \u201cperahu\u201d yang mudah dibuat. Saya dapat membuat burung bangau sendiri tanpa melihat langkah-langkahnya. Selain cara membuatnya dengan satu lembar kertas, ada juga berbagai cara membuat origami yang menarik, seperti cara membuat dengan beberapa lembar kertas, cara membuat dengan menggunakan gunting serta selotep, dan lain-lain.<br>Ngomong-ngomong, \u201corigami\u201d diajarkan di TK dan Daycare di Jepang. Tampaknya \u201corigami\u201d adalah materi yang bagus untuk merangsang otak, karena dapat melatih berbagai kemampuan seperti imajinasi, konsentrasi, kesadaran ruang, dan kemampuan berpikir anak. Utamanya, origami bermanfaat bagi \u201clobus frontal\u201d (bagian penting yang berhubungan dengan kemampuan berpikir, mengendalikan emosi, dan memori bekerja).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Fujita_202501_03-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2812\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Baru-baru ini, \u201corigami\u201d telah menyebar ke seluruh dunia sebagai suatu edukasi dan seni. Tampaknya ada banyak pameran seni dan lomba di berbagai negara. Saya terkejut bahwa saat mengetahui bahwa \u201corigami\u201d digunakan hingga ke bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Mungkin ketelitian dan kreativitas dalam \u201corigami\u201d juga sangat dihargai secara akademis.<br>\u201cOrigami\u201d merupakan sesuatu yang sederhana tetapi memiliki potensi yang tidak terbatas dan dicintai oleh banyak orang. Hal tersebut karena kita dapat menikmati untuk bermain \u201corigami\u201d bersama tanpa kendala Bahasa. Suatu hal yang dapat menjadi alat komunikasi dengan orang lain melalui \u201corigami\u201d merupakan salah satu daya tariknya. Silakan teman-teman yang sudah dewasa juga mencoba membuat karya dengan \u201corigami\u201d.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Fujita_202501_04-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2813\"\/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Suatu hari kemarin, saya bermain \u201cOrigami\u201d bersama keponakan perempuan saya yang masih TK. Say...","protected":false},"author":11,"featured_media":2810,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2809"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2816"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2816"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2817,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2816\/revisions\/2817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}