{"id":2805,"date":"2025-08-04T09:30:00","date_gmt":"2025-08-04T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2805"},"modified":"2025-05-12T11:39:24","modified_gmt":"2025-05-12T02:39:24","slug":"melancholy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/08\/04\/melancholy\/","title":{"rendered":"Melankolis dan \u201cMe-Lan-Ko-Lis\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Munurut saya, salah satu hal menarik dalam bahasa Jepang adalah karena memilikinya huruf Kanji, huruf Hiragana, dan Katakana. Dengan demikian, ragam ekspresinya menjadi sangat luas. Kita bisa mengekspresikan sesuatu secara lebih detail, dan juga dapat menyampaikan nuansa yang sulit untuk dijelaskan. Tetapi, ini mungkin juga merupakan bagian yang membingungkan bagi orang asing yang belajar bahasa Jepang.<br><br>Misalnya,<br>Di tulis dengan kanji sebagai\u300c\u660e\u65e5\u300d<br>Di tulis dengan hiragana sebagai \u300c\u3042\u3057\u305f\u300d<br>Di tulis dengan katakana sebagai \u300c\u30a2\u30b7\u30bf\u300d<br><br>Walaupun artinya sama, kesan yang melekat pada setiap huruf agak berbeda. Perbedaan individual dalam merasakan kesan ini juga merupakan poin yang menarik.<br>Ditulis dengan kanji sebagai \u300c\u660e\u65e5\u300d, ungkapan ini adalah konvensional. Jika ditulis dengan hiragana, mungkin kesannya menjadi agak harus. Tergantung pada latar belakangnya, mungkin akan mendapat kesan sebuah puitis.<br>Dan jika ditulis dengan katakana sebagai \u300c\u30a2\u30b7\u30bf\u300d, kita cukup setidaknya dapat merasakan keinginan dan tujuan penulisnya di situ.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini sama halnya dengan mengatakan \u300c\u8cb4\u65b9\u300d. Kesan yang diberikan kepada orang lain pasti berubah antara\u300c\u3042\u306a\u305f\u300dyang ditulis dengan hiragana dan\u300c\u30a2\u30ca\u30bf\u300d yang ditulis dengan katakana.<br>Saya masih ingat dengan jelas lagu berjudul \u201c\u604b\u3059\u308b\u60d1\u661f\u300c\u30a2\u30ca\u30bf\u300d(Koi suru wakusei [Anata])\u201d yang viral di SNS pada tahun 2024. Jika \u201c[Anata]\u201d ditulis dengan kanji atau katakana, kesan yang diberikan kepada pendengar mungkin akan berbeda.<br>Misalnya, saya mencoba menulis \u300c\u6765\u5922\u6765\u4eba (raimuraito)\u300ddengan kanji. Tentu saja, ini adalah penulisan dengan kanji berdasarkan pelafalannya saja, namun memberikan kesan adalah seperti sebuah snack bar kecil di suatu kota. Mungkin ada juga Beberapa orang yang mungkin membayangkan lampu neon.<br>Jika ditulis dengan hiragana sebagai \u300c\u3089\u3044\u3080\u3089\u3044\u3068\u300d, saya membayangkan sebuah kafe authentik klasik yang berdiri pada awal zaman Showa.<br>Jika ditulis dengan katakana sebagai\u300c\u30e9\u30a4\u30e0\u30e9\u30a4\u30c8\u300d, tentu saja ini akan menggambarkan film klasik yang menampilkan kolaborasi Charlie Chaplin dan Buster Keaton. Pasti banyak orang mendapatkan musik indah tersebut terputar di dalam kepalanya.<br>Namun, jika dilihat dari sudut pandang desain, penambahkan pilihan font pada \u201cKanji\u201d, \u201cHiragana\u201d dan \u201cKatakana\u201d memberikan keleluasaan dalam berekspresi. Sementara itu, meskipun tingkat kesulitannya bertambah, tetapi menurut saya itu adalah hak istimewa bagi orang-orang yang bergerak di bidang desain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/yuuutsu-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2715\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Ngomong-ngomong, awal mula saya menulis dengan judul kali ini adalah lagu hit berjudul \u201c6\u756a\u76ee\u306e\u30e6\u30fb\u30a6\u30fb\u30a6\u30fb\u30c4 (Me-Lan-Ko-Lis ke enam)\u201d yang diliris pada tahun 1982 oleh Kenji Sawada, atau dikenal juga sebagai Julie, seorang bintang besar pada zaman Showa.<br>Persis seperti kata-katanya, \u201cmelankolis\u201d memiliki citra yang berat. Namun, jika ditulis dengan katakana sebagai \u300c\u30e6\u30fb\u30a6\u30fb\u30a6\u30fb\u30c4\u300d, maknanya berubah total dan citranya menjadi bagus sebagai sebuah judul lagu.<br>Saya heran mengapa walaupun situasinya sama-sama melankolis, tetapi cara pandang kita terhadap sesuatu akan berubah.<br>Jika ada kata atau situasi yang berat datang kepada anda di kehidupan nyata, barangkali ada sedikit perubahan jika hurufnya diganti menjadi hiragana atau katakana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"574\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/AdobeStock_937349174-1024x574.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2713\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Dan jika Anda tertarik dengan J-POP, silahkan menelusuri \u201cKenji Sawada (Julie)\u201d dan mendengar lagunya sampai ke era GS (Group Sounds).<br>Tampaknya sekarang CITY POP Jepang sedang viral di luar negeri. Namun, saya yakin bahwa yang berikutnya akan viral adalah GS (Group Sounds). Saya yakin Anda akan menjadi penggemar musik Jepang sejati setelah terpengaruh oleh kerennya GS.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Munurut saya, salah satu hal menarik dalam bahasa Jepang adalah karena memilikinya huruf Kanji...","protected":false},"author":16,"featured_media":2714,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2712"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2805"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2805"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2806,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2805\/revisions\/2806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}