{"id":2680,"date":"2025-07-04T09:30:00","date_gmt":"2025-07-04T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2680"},"modified":"2025-03-31T18:02:30","modified_gmt":"2025-03-31T09:02:30","slug":"curry-bread","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/07\/04\/curry-bread\/","title":{"rendered":"Roti Kari"},"content":{"rendered":"\n<p>Suatu hari saat dalam perjalanan pulang berbelanja, saya mampir ke toko roti dan membeli roti kari favorit saya.<br>Aromanya yang baru digoreng, kulit renyahnya, serta kari yang meleleh meluap dari dalam.<br>Saat menggigitnya, saya hanya bisa tersenyum menikmati rasa yang menyebar didalam mulut.<br>Saya suka kari dan roti, tetapi menggabungkan keduanya menjadi satu adalah hal yang spesial.<br>Saya sekali lagi terkesan dengan betapa mewahnya penemuan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Roti kari dikatakan sebagai budaya khas Jepang.<br>Meskipun ada berbagai teori tentang asal usulnya, namun sering dikatakan bahwa awalnya ini dibuat oleh sebuah toko roti di Tokyo pada awal periode Showa.<br>Pada mulanya, orang-orang mencoba memanfaatkan sisa kari dengan memasukkannya ke dalam adonan roti dan menggorengnya.<br>Bukankah cukup mengesankan bahwa makanan yang lahir dari kecerdikan itu kini dijual bebas diberbagai toko roti dan toko serba ada di seluruh Jepang?<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut saya, daya tarik roti kari terletak pada \u201cgap\/celah\u201dnya.<br>Bagian luarnya harum dan renyah. Tetapi, saat masuk ke dalam, kita akan disambut dengan adonan roti lembab dan kari yang banyak.<br>Perubahan tekstur dan rasa ini sangat menarik.<br>Apalagi saat kita mengisi mulut dengan roti kari yang baru digoreng, petualangan tekstur yang terbentang di mulut tiada duanya.<br>Variasinya sangat banyak sehingga tidak akan pernah merasa bosan, mulai dari masakan yang agak pedas yang mudah disantap oleh anak-anak, hingga yang autentik dengan banyak bumbunya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/202412_kanemoto01-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2611\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Saya jadi penasaran dan bertanya-tanya terkait penilaian roti kari di luar Jepang.<br>Setelah melakukan beberapa penelitian, di daerah yang banyak terdapat toko roti Jepang, tampaknya roti kari populer sebagai \u201cmakanan ringan yang eksotis\u201d.<br>Namun di luar Jepang, kari mempunyai image yang kuat dimakan dengan nasi, sehingga banyak orang yang terkejut dengan kombinasi roti dan kari.<br>Kalau dipikir-pikir, saya merasa roti kari adalah makanan yang penuh dengan kecerdikan dan ide-ide fleksibel yang unik untuk orang Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, ada satu hal lagi yang saya pikirkan.<br>Roti kari memang enak, tapi terkadang saya merasa kari di dalam roti tidak cukup!<br>Saya tergoda untuk mengatakan dengan egois bahwa ingin rotinya diisi dengan lebih banyak kari.<br>Meskipun begitu, kegembiraan yang saya rasakan ketika menemukan roti kari di toko tetap sama, tidak peduli berapa kali saya mencoba memakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita dapat mengisi mulut dengan roti kari yang baru digoreng, atau memanaskannya kembali dalam microwave untuk mendapatkan rasa yang lezat.<br>Roti kari membuat kita (atau saya!) bahagia dalam situasi apa pun.<br>Ini adalah makanan yang ajaib.<br>Sepertinya saya akan mencari roti kari di toko roti lagi akhir pekan ini\u2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Suatu hari saat dalam perjalanan pulang berbelanja, saya mampir ke toko roti dan membeli roti ...","protected":false},"author":20,"featured_media":2612,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2610"},"categories":[3],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2680"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2682,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2680\/revisions\/2682"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}