{"id":2666,"date":"2025-06-13T09:30:00","date_gmt":"2025-06-13T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2666"},"modified":"2025-03-31T17:50:54","modified_gmt":"2025-03-31T08:50:54","slug":"escalator-right-or-left","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/06\/13\/escalator-right-or-left\/","title":{"rendered":"Eskalator, Kanan atau Kiri?"},"content":{"rendered":"\n<p>Eskalator adalah salah satu alat transportasi penting dalam masyarakat modern ini. Cara menggunakannya mencerminkan adat budaya setiap negara dan wilayah. Misalnya, peraturan \u201cmengosongkan satu sisi\u201d adalah contoh dari hal tersebut.<br>Tampaknya, kebiasaan \u201cberdiri di satu sisi ketika menaiki Eskalator\u201d berasal dari stasiun bawah tanah di London. Walaupun, asal usulnya tidak jelas. Hanya ada satu teori yang menyatakan bahwa kondisi tersebut dikembangkan oleh pegawai negeri sekitar tahun 1944 untuk mengurangi kemacetan.<br>Sekarang, budaya \u201cberdiri di kanan, mengosongkan kiri\u201d terlihat di banyak negara seperti di Inggris, Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Korea Selatan, dan lain-lain. Sementara itu, budaya \u201cmengosongkan kanan, berdiri di kiri\u201d terlihat di Jepang (terutama di Tokyo), Singapura, Australia, Selandia Baru, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"750\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2420080_m.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2581\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mencari tahu tentang sejarah cara naik Eskalator di Jepang, saya menemukan fakta yang menarik.<br><br><strong>\u201cBerdiri dikanan, mengosongkan bagian kiri\u201d berasal dari Osaka.<\/strong><br>Osaka adalah tempat pertama yang menerapkan budaya tersebut. Dikatakan bahwa, asal usulnya bermula dari perusahaan kereta api \u201cHankyu\u201d yang menghimbau penumpangnya untuk berdiri di sisi kanan dan mengosongkan sisi kiri eskalator di stasiun Umeda. Himbauan ini menjadi peraturan saat menaiki eskalator. Eskalator buatan Swedia pada saat itu menggunakan sistem sabuk, dan desas-desusnya dapat langsung rusak saat yang menaikinya terlalu banyak.<br><br><strong>Awal mula \u201cBerdiri di kiri, mengosongkan sisi kanan\u201d di Tokyo<\/strong><br>Sementara itu, di Tokyo, sejarah eskalator berkembang dengan cara yang berbeda. Sekitar tahun 1989, sebuah eskalator panjang dipasang di Stasiun Shin-Ochanomizu di Jalur Chiyoda. Pada awalnya para penumpang berdiri di atasnya secara acak. Tetapi, praktik berdiri di satu sisi mulai terjadi secara spontan, dan sebagai hasilnya, lahir kebiasaan unik Tokyo yaitu \u201cberdiri di kiri, menyisakan ruang di kanan\u201d. Fenomena serupa juga terjadi di Stasiun Bawah Tanah Tokyo dan Stasiun Bawah Tanah Shinbashi di Jalur Yokosuka dan Jalur Cepat Sobu pada waktu yang hampir bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/650686_m-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2580\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Menyebarluaskan budaya \u201cmengosongkan satu sisi di eskalator\u201d<\/strong><br>Budaya yang bermula dari kota besar seperti Tokyo dan Osaka ini semakin menyebar luas. Pada kondisi di Tokyo, menurut \u201cAsahi Shimbun\u201d (sebuah persahaan koran Jepang), \u201cetika yang lazim di Eropa dan Amerika telah mulai diterapkan di stasiun Tokyo\u201d pada tahun 1990-an.<br>Pada akhir tahun 1990, Kereta Cepat semakin berkembang dan budaya ini juga semakin menyebar ke kota-kota besar di seluruh di Jepang. Sehingga budaya \u201cmengosongkan sisi kanan\u201d seperti di Tokyo menjadi umum di Sapporo, Fukuoka dan Nagoya juga. Sementara itu, budaya \u201cmengosongkan sisi kiri\u201d tetap ada di wilayah Kanto secara kuat.<br><br>Dengan membandingkan budaya \u201cmengosongkan sisi\u201d setiap negara, terlihat adanya hubungan dengan regulasi lalu lintasnya. Tampaknya, ada kecenderungan bahwa menyebarnya budaya \u201cmengosongkan kiri\u201d terdapat di negara lalu lintas kanan, dan budaya \u201cmengosongkan kanan\u201d berada di negara lalu lintas kiri. Tetapi, ada juga kondisi antara pemerintah dan perusahaan kereta api sengaja menerapkan peraturan yang berbeda seperti London, Hongkong dan Osaka.<br>Dari kondisi di luar negeri, terutama di Eropa yang terdiri dari berbagai negara dengan lalu lintas kanannya lebih banyak, yang berbeda dengan Jepang, dapat ditafsirkan bahwa sebenarnya budaya \u201cberdiri di sisi kanan eskalator\u201d, seperti di Osaka adalah merupakan standar dunia.<br>Keuntungan mengosongkan satu sisi adalah orang yang sedang terburu-buru dapat berjalan dengan lancar, dan aliran lalu lintas saat macet menjadi terurai. Tetapi, resiko kerusakan, risiko terjatuh saat berjalan karena beban yang tidak seimbang, dan juga memberikan tekanan pada orang lanjut usia serta penyandang disabilitas juga menunjukkan sebagai kelemahan budaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:33.33%\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/31034338_m-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2583\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:66.66%\">\n<p>Kemudian belakangan ini di Jepang, terdapat himbauan yang melarang berjalan di eskalator dan diskusi sedang dilaksanakan untuk mempertimbangkan kembali budaya ini dari sudut pandang keselamatan. Hal tersebut dengan pertimbangan bahwa escalator tersebut tidak irancang untuk berjalan naik dan turun, sehingga satu anak tangga escalator mungkin sedikit lebih tinggi dibandingkan anak tangga lainnya.<br>Selain itu, karena \u201ceskalator yang tidak perlu berjalan\u201d semakin didorong di Jepang, sehingga ada potensi budaya mengosongkan satu sisi akan berubah.<br>Saya juga punya kebiasaan berlari menaiki di eskalator ketika sedang terburu-buru. Tetapi, bagaimana etika mengunakan eskalator akan berkembang di masa depan adalah topik yang perlu menjadi perhatian.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Eskalator adalah salah satu alat transportasi penting dalam masyarakat modern ini. Cara menggu...","protected":false},"author":7,"featured_media":2582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2579"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2666"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2666"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2669,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2666\/revisions\/2669"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}