{"id":2536,"date":"2025-05-21T09:30:00","date_gmt":"2025-05-21T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2536"},"modified":"2025-03-03T15:28:55","modified_gmt":"2025-03-03T06:28:55","slug":"chiba-driving-and-kaisendon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/05\/21\/chiba-driving-and-kaisendon\/","title":{"rendered":"Perjalanan Darat ke Prefektur Chiba dan Hidangan laut"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada liburan di bulan November, saya dan keluarga memutuskan untuk berkendara dari Yokohama ke Minamiboso yang terletak didaerah Chiba. Saya tidak punya tujuan tertentu dalam perjalanan tersebut, sehingga terpikir untuk mencoba \u201ckaisendon\u201d atau seafood bowl. Saya mampir ke \u201cBoso-no-Eki Tomiura\u201d, yaitu sebuah fasilitas komersial di taman hiburan yang dioperasikan langsung oleh para pedagang grosir makanan laut. Saya memilih Tomiura-tei dari sekian banyak restoran seafood di Prefektur Chiba. Ini adalah restoran di mana kita dapat menyantap makanan laut segar seperti \u201ckaisendon\u201d serta set makanan \u201csashimi\u201d (daging ikan mentah) ikan Boso lokal. Restoran ini memiliki menu dengan harga yang reasonable serta dapat dengan mudah dikunjungi oleh siapa pun. Ngomong-ngomong, sepertinya masyarakat Indonesia belum memiliki budaya makan ikan mentah ya?. Padahal sampai saat ini, makanan Jepang yang paling populer masih \u201csushi\u201d, urutan kedua adalah \u201cramen\u201d (Apakah ramen itu makanan Jepang??). Urutan ketiga adalah \u201cUdon\u201d, selanjutnya disusul oleh \u201cTakoyaki\u201d, \u201cGyudon\u201d, dan \u201cYakiniku\u201d. Saat orang Indonesia datang ke Jepang, saya mendengar bahwa \u201csushi\u201d itu populer untuk wisatawan dari Indonesia, dan jumlah orang yang suka makan \u201csashimi\u201d katanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kembali ke \u201cTomiura-tei\u201d, saya telah memilih beberapa restoran berdasarkan pencarian awal saya, tetapi memutuskan untuk restoran ini berdasarkan foto menu dan foto yang diposting di media sosialnya.<br><br>Kami tiba di lokasinya sebelum jam 10 pagi dan sudah ada beberapa orang yang mengantri. Kami di infokan bahwa itu bukan restoran yang antreannya panjang, jadi kami berjalan-jalan dulu di sekitar restoran tersebut, dan memang tidak lama kemudian segera dapat masuk ke restoran tersebut. Restorannya dibuka pada jam 10:30 pagi. Item menu yang saya pesan adalah \u201cTomiura-don\u201d dan \u201cTuna Sanshoku-don\u201d. Kedua menu tersebut dihidangkan dengan sup miso rumput laut, dan 90% memuaskan. Pengurangan poin 10% karena mangkuknya lebih kecil dari yang saya harapkan. Saya mungkin bodoh karena membayangkan ukuran semangkuk ramen!. Saat disajikan, saya tersadar dan berpikir, \u201cNah, inilah yang ditunggu\u201d. Meskipun begitu, potongan sashimi-nya tebal, besar, dan volumenya banyak. Saya sangat puas dengan sajiannya karena sama dengan yang ditampilkan pada foto pamfletnya. Rasanya juga segar dengan isi yang banyak. Jika anda berasal dari Indonesia, mengapa tidak mencoba \u201ckaisendon\u201d segar di Tomiura-tei saat berkunjung ke Jepang?.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0229-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2440\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, restoran lain yang menarik perhatian saya adalah Tendon Ushioya. Menu lezatnya menyajikan beberapa potongan tempura seafood berukuran besar yang meluap dari mangkuk. Saya pikir saya akan mampir ke toko ini pada kunjungan berikutnya ke Minamiboso. Kemudian, saya kembali pulang sebelum tengah hari, tapi kalau ditanya apa point penting dari perjalanan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0228.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2439\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Putri saya yang baru mendapatkan SIM telah melatih kemampuannya dalam berkendara ke utara melalui Rute Nasional 127 dari Kota Minamiboso melalui Kota Kyonan, Distrik Awa, kota Futtsu, dan kota Kimitsu, hingga pemberhentian terakhir di kota Kisazaru, kemudian kembali menggunakan jalur Aqua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pada liburan di bulan November, saya dan keluarga memutuskan untuk berkendara dari Yokohama ke...","protected":false},"author":14,"featured_media":2441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2438"},"categories":[20,3],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2536"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2536"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2536\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2537,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2536\/revisions\/2537"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}