{"id":2515,"date":"2025-04-07T09:30:00","date_gmt":"2025-04-07T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2515"},"modified":"2025-03-31T09:49:18","modified_gmt":"2025-03-31T00:49:18","slug":"former-shimizu-residence","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/04\/07\/former-shimizu-residence\/","title":{"rendered":"Berkunjung ke Warisan Budaya Tangible Terdaftar Setagaya \u201cKyu-Shimizu-Ke Jutaku Shoin\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Saya telah mengunjungi \u201cKyu-Shimizu-Ke Jutaku Shoin\u201d yang berlokasi di daerah Setagaya.<br><a href=\"https:\/\/www.city.setagaya.lg.jp\/mokuji\/bunka\/001\/004\/d00128336_d\/fil\/shimizuke.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"https:\/\/www.city.setagaya.lg.jp\/mokuji\/bunka\/001\/004\/d00128336_d\/fil\/shimizuke.pdf\">https:\/\/www.city.setagaya.lg.jp\/mokuji\/bunka\/001\/004\/d00128336_d\/fil\/shimizuke.pdf<\/a><br><br><\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan bahwa sekitar tahun 1910 terjadi booming bagi para politisi Jepang pada saat itu membangun rumah untuk liburan. \u201cKyu-Shimizu-Ke Jutaku Shoin\u201d adalah salah satu dari rumah liburan para politisi tersebut.<br>Kalau kita berjalan kaki dari Stasiun Futakotamagawa melalui kawasan pemukiman, maka akan menemukan area hutan Jepang yang dilestarikan, serta akan terlihat sebuah rumah yang berdiri tegak diatas bukitnya.<br>Renovasi rumah tersebut seperti telah dilakukan pada tahun 2021, namun fitur aslinya seperti kaca buatan tangan dan kayu yang digunakan untuk balok tetap dipertahankan sebanyak mungkin. (Bagian Kacanya tampak sangat berharga, dan sepertinya tidak ada pengrajin yang dapat membuat benda serupa saat ini.)<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKyu-Shimizu-Ke Jutaku Shoin atau bekas rumah kediaman keluarga Shimizu\u201d merupakan salah satu bangunan yang selamat dari serangan udara Tokyo dengan kondisi yang masih terawat dengan sangat baik sampai sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedengarannya cocok untuk menyebutnya sebagai vila, tetapi sebenarnya ini adalah salon rahasia bagi para seniman, penulis, dan cendekiawan yang merupakan teman dekat para politisi.<br>Apalagi semasa perang, rupanya pelukis Jepang Yokoyama Taikan sering berkunjung ke sini untuk bersenang-senang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, bangunan tersebut terbuka gratis untuk umum, dan digunakan sebagai ruang teh untuk \u201cocha no okeiko\u201d (pelajaran ritual minum teh Jepang) selama beberapa kali dalam sebulan.<br>Toiletnya telah direnovasi secara modern, namun suasananya tetap dipertahankan sama seperti dahulu.<br><br>Pada lorong yang dipenuhi meja tulis menghadap ke taman, terdapat baskom air untuk burung, dan tempatnya selalu dipenuhi suara alam. Bersamaan dengan burung-burung yang sedang mengistirahatkan sayapnya, kita dapat melihat tenangnya Sungai Tama dari tamannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di ruang tamu terdapat berbagai boneka hias yang berjejer yang digunakan pada saat Festival Hina matsuri, yaitu festival tradisional untuk anak perempuan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-video\"><video controls src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/youma.mov\"><\/video><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pada area yang terpisah dari bangunan utama tempat ruang teh berada, bentuknya memiliki desain yang sangat berbeda dengan nuansa gaya baratnya.<br>Desain interior Inggris sedang populer pada saat itu, dan desain bangunan tersebut rupanya merupakan hobi orang-orang kaya yang telah kembali dari belajar di negara barat. Meskipun kamarnya bergaya Barat yang dilengkapi dengan karpet, kursi, tirai, perapian, jendela kecil, dan wallpaper bermotif bunga, namun semuanya dirancang agar sesuai dengan fisik orang Jepang yang membuatnya sangat terlihat mungil dan unik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/youma_1-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2238\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kamar pembantunya masih dipertahankan, meskipun ruangannya kecil dengan luas sekitar 4 tikar tatami (3,64 x 7,28 meter). Pada kamarnya terdapat rel untuk menggantung kimono dan meja rias, sehingga tidak ada suasana seperti ruang pembantu sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Bilik telepon kayu terpasang di dinding pintu masuk, sehingga jika terdapat yang telpon seperti ini, sepertinya tidak memerlukan telepon seluler di dalam kamar.<br>Pada hari yang cerah, suasananya sangat sepi dan suasana lingkungannya membuat saya ingin tinggal di sana juga. *Ketika saya bertanya kepada orang-orang yang tinggal di sana untuk mengelola properti tersebut, mereka mengatakan bahwa lantai dan dindingnya masih sama seperti dahulu, sehingga suhunya cukup dingin pada musim dingin\u2026<br><br>Pintu masuknya sangat indah dengan lantai dari batu, langit-langitnya tinggi, dan desain yang membuatnya terlihat sangat leluasa untuk memajang bunga dan barang antik.<br>\u201cLayar shoji (partisi geser yang terbuat dari kayu dan ditutupi dengan kertas putih yang tembus cahaya)\u201d kecil yang disebut \u201cKoguchi\u201d telah dibangun agar para pembantu rumah tangga dan istri dapat dengan cepat menyapa para pengunjung, dan terhubung langsung ke ruang teh. Desain yang sangat fungsional.<br>Meski sudah lama tinggal di kota dengan bangunan betonnya, saya selalu merasa aneh saat terasa betah berada di tatami dan bangunan kayu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari ini juga ada acara penjualan Pusat Dukungan Kemandirian Lingkungan Setagaya, dan saya membeli beberapa kue lucu sebagai bentuk sumbangan. Saya mendukung untuk mengintegrasikan aset budaya ke dalam kehidupan masyarakat lokal.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/rouka-576x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2237\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"883\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/cookie.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2236\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Saya telah mengunjungi \u201cKyu-Shimizu-Ke Jutaku Shoin\u201d yang berlokasi di daerah Setagaya.https:\/...","protected":false},"author":10,"featured_media":2239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2235"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2515"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2516,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2515\/revisions\/2516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}