{"id":2322,"date":"2025-03-14T09:30:00","date_gmt":"2025-03-14T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2322"},"modified":"2025-03-03T13:46:42","modified_gmt":"2025-03-03T04:46:42","slug":"movies-sleep-and-enrichment","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/03\/14\/movies-sleep-and-enrichment\/","title":{"rendered":"Film, Tidur, dan Waktu yang Berlimpah"},"content":{"rendered":"\n<p>Baru baru ini, saya sering mendengar bahwa jumlah pengunjung bioskop berkurang. Mungkin banyak alasannya. Misalnya,<br>\u30fbMenonton film dapat dengan berlangganan saja<br>\u30fbTidak ada film menarik<br>\u30fbAda hal yang menarik selain Film<br>\u30fbTidak ada waktu untuk menonton film<br>\u30fb2 jam itu terlalu lama<br>\u30fbIngin bermain game jika punya waktu sebanyak menonton film<br>\u30fbTiketnya mahal<br>Mungkin berbagai alasan seperti tersebut diatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya saya juga termasuk salah satu orang yang tidak lagi berkunjung ke bioskop.<br>Sebelumnya saya terkadang pergi ke bioskop karena ada film yang menarik. Sekarang saya sudah sangat jarang berkunjung ke bioskop. Mungkin satu tahun sekali saya pergi ke bioskop. Karena frekuensi pergi ke bioskop menurun jadi ketika ditanya \u201cFilm apa yang anda tonton di bioskop belakangan ini?\u201d, saya tidak dapat langsung menjawabnya.<br>Namun, saya bukan \u201ctidak berkunjung ke bioskop\u201d tetapi \u201ctidak dapat berkunjung ke bioskop\u201d. Dengan alasan yang sangat sederhana yaitu \u201cSaya punya kebiasaan bahwa tidur sebentar di bioskop\u201d.<br>Kegelapan yang menenangkan. Entahlah apakah karena kenyamanan kursinya, yang membuat postur tubuh agak miring ke belakang, serta suara speaker yang menggema di tubuh saya akan menidurkan saya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"684\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/AdobeStock_180509013-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2039\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada awalnya saya tidak menyadari seriusnya hal tersebut. Saya cuman berpikir \u201cSenang rasanya tidur di bioskop.\u201d Namun, jika tidur terus di bioskop hal itu menjadi masalah serius.<br>Kadang saya pernah tidur selama setengah waktu tayang film.<br>Saat itu saya tidak bisa menahannya karena saya menonton film dokumentasi dengan warna monokrom dalam suasana hening dan tenang. Sepertinya situasi tersebut membuat saya pergi ke bioskop untuk tidur, dan saat itu kebetulan ada film yang ditayang.<br>Kemudian, perihal masalah ketiduran ini adalah kesulitan untuk menonton film bersama orang lain. Karena setelah menonton film saya sering ditanya hal-hal seperti \u201cKamu tertitur selama filmnya, ya?\u201d atau \u201cPasti kamu tertidur ya?\u201d, dan ada juga waktu yang suasananya sejenak menjadi canggung.<br>Pada dasarnya, tertidur di bioskop itu mubazir karena sudah membayar untuk menonton film. Bagi saya, bioskop adalah tempat yang memiliki risiko tersebut.<br>Namun, saya suka film jadi saya mencari informasi dengan membaca majalah film dan melihat berbagai trailernya. Tentu saja saya juga tertarik juga dengan Penghargaan Akademi untuk suatu film.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa tahun yang lalu, tiba-tiba saya punya waktu luang dan bingung apa yang harus dilakukan. Saat itu saya mendapat ide untuk menonton film, dan menutuskan untuk pergi ke bioskop dan menonton film \u201cTop Gun: Maverick\u201d yang baru saja dirilis dan mencuri perhatian banyak orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya benar-benar menantikan filmnya, dan saya bertekad untuk tidak tidur kali ini, tetapi sayangnya saya tertidur\u2026Namun jangka waktu nya mungkin sebentar. Setelah film selsai, saya sangat menyesalinya. Saya bertanya pada diri sendiri di mana waktu untuk tidur saat menikmati film yang luar biasa itu.<br>\u201cMaafkan saya, Tom\u201d dan \u201cMaafkan saya, orang-orang yang membuat filmnya\u201d. Saya meminta maaf dalam hati.<br>Saat Marverick dan rekanannya merayakan keberhasilan misi melalui layar bioskop, saya sedang dalam pertempuran dengan rasa kantuk.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/AdobeStock_652508416-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2040\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Meskipun saya memiliki masalah seperti itu, tahun ini saya pergi ke bioskop dua kali.<br>Keduanya film yang sangat bagus dan saya bisa tenggelam secara perlahan dan nyaman dalam dunia film itu.<br>Saya masuk bioskop siang dan waktu saya keluar setelah menonton film, hari sudah mau gelap di luar. Jumlah pejalan kaki yang tadinya sedikit sebelum saya masuk bioskop, menjadi banyak karena sudah masuk jam pulang dari kantor dan pergi ke tempat minuman keras. Saya berjalan dengan nyantai sambil memegang pamflet film dan merasakan sisa rasa menontonnya. Pemandangan yang terasa sedikit berbeda dari yang biasa dirasakan sehari-hari.<br>Saya suka waktu menonton film, namun saya juga menyukai waktu setelah menonton film. Pada saat itu. saya tersadar kembali betapa waktu menonton di bioskop adalah hal yang memperkaya dan berharga meskipun saya tertidur sebentar. Baru-baru ini saya memikirkannya lagi, untuk pergi ke bioskop kembali.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Baru baru ini, saya sering mendengar bahwa jumlah pengunjung bioskop berkurang. Mungkin banyak...","protected":false},"author":16,"featured_media":2038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2037"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2322"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2323,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2322\/revisions\/2323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}