{"id":2277,"date":"2025-02-19T09:30:00","date_gmt":"2025-02-19T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2277"},"modified":"2024-12-16T13:00:12","modified_gmt":"2024-12-16T04:00:12","slug":"japanese-tradition-in-september","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/02\/19\/japanese-tradition-in-september\/","title":{"rendered":"Tradisi di Jepang pada Bulan September"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada Bulan September terdapat berbagai tradisi yang telah berlangsung lama di Jepang, yaitu: \u201cbousai no Hi\u201d \/Hari Pencegahan Bencana, masa sekolah baru, \u201cOhigan\u201d (periode tiga hari sebelum dan sesudah ekuinoks musim semi dan musim gugur) yang merupakan acara Agama Buddha untuk menyatakan terimakasih kepada alam dan para leluhur, \u201cKeirou no Hi\u201d (Hari penghormatan kepada orang yang telah lanjut usia), \u201cJugoya\u201d\/ Festival penghormatan kepada bulan pada Musim Gugur), dan lain-lain. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan konten terkait salah satu tradisi tersebut kepada masyarakat Indonesia yaitu tentang Hari Penghormatan kepada orang yang telah berusia lanjut.<br>\u201cKeiro no Hi\u201d merupakan salah satu hari libur yang termasuk peringatan minor bagi masyarakat Jepang. \u201cKeiro no Hi\u201d diperingati pada hari Senin ketiga bulan September. Berkat sistem Happy Monday yang didirikan pada tahun 2003, Hari Penghormatan terhadap Lansia tersebut telah diubah menjadi hari libur penting yang menarik perhatian masyarakat Jepang, karena memberikan hari libur selama dan dapat lima hari libur berturut-turut dari Sabtu hingga Rabu yang bertepatan dengan Ekuinoks Musim Gugur. Saya ingin membahas lebih dalam terkait \u201cKeiro no Hi\u201d yang merupakan hari libur penting ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"451\" height=\"353\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/4dd3efdc36cdf6b423f67bdaa3ee86e4.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1866\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tujuan dari \u201cKeiro no Hi\u201d adalah untuk menghormati para lansia yang telah memberikan kontribusi panjang kepada masyarakat, serta untuk merayakan umur panjangnya.<br>Sepengetahuan saya, tampaknya terdapat suatu adat tradisional bernama \u201cChouyou\u201d yang memiliki tujuan yang sama di Asia Timur. Tetapi saya tidak dapat menemukan hari libur di Indonesia yang sesuai dengan Hari Penghormatan kepada Lansia di Jepang. Sehingga jika terdapat suatu hari libur di Indonesia dimana mayoritas masyarakatnya mengambil cuti untuk menghormati orang tua, mohon beritahu saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tempat lahirnya \u201cKeiro no Hi\u201d adalah Prefektur Hyogo, dan sepertinya tanggal 15 September awalnya ditetapkan sebagai \u201cToshiyori no Hi\/Hari untuk Orang Lanjut Usia\u201d yang ditujukan untuk orang yang berusia 55 tahun ke atas. Setelah tahun 1966, namanya diubah menjadi \u201cKeiro no Hi\u201d dan menjadi hari libur umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mendalami \u201cKeiro no Hi\u201d , Saya jadi penasaran berkaitan dengan standar usia orang tua mulai dihormati?. Sehingga, saya mengkaji undang-undang yang menetapkan hari libur nasional, yaitu \u2018Undang-Undang Hari Libur Nasional\u201d Pasal 2. Pada UU Hari Libur Nasional terdapat definisi hari liburnya, tetapi tidak menentukan pada usia berapa orang lanjut usia harus dihormati.<br>Menurut Buku Putih Masyarakat Penuaan yang diterbitkan Cabinet Office, [ jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas adalah 36,23 juta, dengan persentase total penduduk (tingkat penuaannya) adalah 29,1%]. Sepertinya, penduduk berusia 65 tahun ke atas dianggap lanjut usia.<br><br>(Kutipan: <a href=\"https:\/\/www8.cao.go.jp\/kourei\/whitepaper\/w-2024\/zenbun\/06pdf_index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Buku Putih tentang Aging Society 2020 (versi lengkap dalam PDF) &#8211; Cabinet Office (cao.go.jp)<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, saya ingin melihat situasi terkini bagi orang-orang berusia 65 tahun di Jepang.<br>Gambar di bawah menunjukkan waktu penyelesaian Tokyo Maraton berdasarkan kelompok umur.<br><br>(Kutipan: <a href=\"https:\/\/af5h.net\/archives\/34\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Ikhtisar lengkap Tokyo Marathon [Rata-rata waktu berdasarkan usia, grafik distribusi waktu finish, dan lain-lain.] | Rata-rata waktu full maraton [9 pertandingan berskala nasional] Data berdasarkan usia dan jenis kelamin (af5h.net)<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"808\" height=\"556\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/795316b92fc766b0181f6fef074f03fa.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1867\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Data menunjukkan bahwa orang yang berusia di atas 65 tahun pun dapat menempuh jarak 42 km. Saya pikir itu bukti bahwa pada rentang usia tersebut memiliki kaki yang kuat dan masih terlihat muda.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepertinya terdapat diskusi mengenai peningkatan definisi lansia untuk mencakup orang yang berusia di atas 75 tahun, karena terdapat banyak orang sehat yang berusia di atas 65 tahun di Jepang.<br>Berapa pun usia yang kita definisikan terkait orang lanjut usia, karena banyak sekali orang dalam definisi lanjut usia yang belum menua secara fisik, sehingga menurut saya lanjut usia bukanlah berarti orang tua.<br>Saya sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada standar obyektif untuk menentukan pada usia berapa seorang lanjut usia harus dihormati, dan menyerahkan hal tersebut kepada setiap orang untuk memutuskannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun ini, \u201cKeiro no Hi\u201d jatuh pada Senin, 16 September 2024.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pada Bulan September terdapat berbagai tradisi yang telah berlangsung lama di Jepang, yaitu: \u201c...","protected":false},"author":21,"featured_media":1865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1864"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2277"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2285,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2277\/revisions\/2285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}