{"id":2013,"date":"2025-01-06T09:30:22","date_gmt":"2025-01-06T00:30:22","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=2013"},"modified":"2024-10-25T09:10:15","modified_gmt":"2024-10-25T00:10:15","slug":"plum-work","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2025\/01\/06\/plum-work\/","title":{"rendered":"Sebuah Tradisi Jepang: \u201cUme Shigoto\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Akhir-akhir ini saya mulai melihat artikel tentang \u201cume (buah plum) shigoto (pekerjaan)\u201d di media sosial dan situs lainnya. Saya rasa jumlahnya meningkat setiap tahun sejak sekitar periode isolasi diri semasa pandemik virus corona. Jumlah orang yang melihat SNS dan artikel web yang diposting selama masa pembatasan kegiatan virus corona pada tahun 2020 berpikiran: \u201cSaya juga akan mencobanya sendiri tahun depan!\u201d, kemudian mereka mengupload \u201cume shigoto\u201d karya masing-masing sehingga secara bertahap meningkatkan jumlahnya. Saya berpikir itulah alasan kenapa postingan \u201cume shigoto\u201d begitu banyak.<br>\u201cUme shigoto\u201d adalah proses pembuatan makanan yang diawetkan seperti \u201cumeboshi\u201d, \u201cumeshu\u201d, sirup \u201cume\u201d, dan selai \u201cume\u201d dengan menggunakan buah \u201cume\u201d atau plum yang banyak tersedia pada musim panen buah plum. Di Jepang, setiap keluarga telah mewariskan resep asli mereka sejak zaman dahulu. Pada saat ini, hal ini menarik perhatian karena berkaitan dengan keamanan pembuatannya dan kesadaran terhadap kondisi kesehatan. Selain itu, \u201cume shigoto\u201d memungkinkan anda merasakan kegembiraan dalam membuat sesuatu dengan tangan sambil merasakan musim plum.<br>Di masa lalu, \u201cume shigoto\u201d adalah salah satu acara musiman yang dapat disaksikan di seluruh Jepang. Setelah bunganya mekar di bulan Februari, buah \u201cume\u201d atau plum dapat dipanen sekitar bulan Juni yang merupakan musim hujan. Buah plum dan wadah penyimpanannya mulai berjejer di supermarket pada setiap Bulan Juni di Jepang. Kemudian, pada bulan Juli saat musim hujan berakhir, anda masih dapat melihat orang-orang di daerah pedesaan menyebarkan &#8220;ume boshi&#8221;\/acar buah plum dalam saringan untuk dijemur.<br>Menurut saya, membuat \u201cumeboshi\u201d adalah bagian \u201cume shigoto\u201d yang paling menyita waktu dan sulit. \u201cUmeboshi\u201d menggunakan buah matang yang berwarna kekuningan dan memiliki aroma plum yang manis. Sedangkan, buah plum yang berwarna biru digunakan untuk wine plum, sehingga tidak cocok untuk membuat \u201cumeboshi\u201d.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/29921074_m-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1802\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Proses umumnya adalah sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Persiapan buah plum: Sebelum dicuci, buang batang hitam buah plum satu per satu, kemudian cuci secara perlahan dengan air, lalu tiriskan.<\/li>\n\n\n\n<li>Disinfeksi alat: Disinfeksi wadah pengawet, pemberat, dan tutupnya dengan etanol, dan lain-lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengasinan buah plum: Gunakan 18% hingga 20% garam berdasarkan berat buah plum, kemudian tutup dengan penutupnya, dan tambahkan beban pemberat sekitar dua kali berat buah plum.<\/li>\n\n\n\n<li>Tunggu hingga cuka plum naik: Setelah Anda memberi beban di atasnya, tunggu beberapa hari atau seminggu hingga air (cuka plum) keluar dari buah plum, jadi setelah seluruh buah plum terendam dalam cuka plum, sesuaikan beratnya dan tunggu sampai garam benar-benar larut<\/li>\n\n\n\n<li>Jemur di bawah sinar matahari : Dalam cuaca cerah kurang lebih 3 hari. Jemurlah dengan menggunakan saringan yang besar. Dengan menjemurnya di bawah sinar matahari, kelebihan air akan menguap sehingga meningkatkan umur simpannya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/24013188_m-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1801\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenisnya banyak dan berbeda-beda, termasuk \u201cshiraboshi ume\/plum kering putih\u201d yang diasamkan hanya menggunakan buah plum dan garam, \u201caka shisho\/perilla merah\u201d \u201cshishotsuke ume\/plum shiso-zuke\u201d yang diasamkan dengan menambahkan \u201caka shisho\/perilla merah\u201d , \u201chachimitsu ume\/plum madu\u201d yang dibuat dengan menambahkan madu, dan lain-lain. Diperlukan waktu sekitar satu setengah bulanan untuk menyelesaikannya.<br>Selain itu, \u201cumezu\u201d yang dihasilkan selama proses penggaraman dapat digunakan sebagai bumbu, seperti dressing atau sebagai bumbu sayuran lainnya.<br>Orang tua saya memiliki pohon plum. Jadi ketika nenek masih hidup, saya membantunya membuat &#8216;umeboshi&#8221; atau acar buah plum. Bahkan sampai sekarang pun, saya masih ingat bau dan rasa asam buah plum yang dikeringkan di taman ketika pulang sekolah pada hari yang panas dan cerah. Setelah nenek saya meninggal, pohon plum masih berbuah. Sehingga ayah dan ibu membuat \u201cumeboshi\u201d dan &#8220;umeshu&#8221;\/anggur plum buatan sendiri. Tahun depan, saya berpikir untuk membuatnya menggunakan buah-buahan yang saya dapatkan dari kebun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Akhir-akhir ini saya mulai melihat artikel tentang \u201cume (buah plum) shigoto (pekerjaan)\u201d di me...","protected":false},"author":19,"featured_media":1803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1800"},"categories":[3],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2013"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2013"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2014,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2013\/revisions\/2014"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}