{"id":1992,"date":"2024-12-16T09:30:17","date_gmt":"2024-12-16T00:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1992"},"modified":"2025-01-08T15:05:52","modified_gmt":"2025-01-08T06:05:52","slug":"our-garden-part7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/12\/16\/our-garden-part7\/","title":{"rendered":"Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing, Edisi ke-7: Bunga yang mekar pada Musim Panas"},"content":{"rendered":"\n<p>Rumah saya memiliki kebun kecil seperti dahi kucing yang dalam Bahasa Jepang dikenal dengan istilah \u2018neko no hitai hodo\u2019. Kata \u201cHitai\u201d apabila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti \u2018dahi\u2019. Di Jepang, ketika merujuk kepada luasan yang kecil, biasa digambarkan dengan &#8220;Pekarangan seperti dahi kucing&#8221; atau &#8220;Rumah seperti dahi kucing&#8221;, karena dahi kucing sangat kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada musim panas ini, hari-hari panas terus berlanjut setiap harinya, namun bunga \u201csarusuberi\u201d atau \u201ccrape myrtle\u201d telah bermekaran penuh di taman kami sepanjang tahun ini. Bunga berwarna merah muda mekar dari akhir Juli hingga awal September setiap tahun. \u201cCrape myrtle\u201d atau bahasa Jepangnya \u201csarusuberi\u201d secara harafiah berarti \u201cperosotan monyet\u201d (saru: monyet, suberi:perosotan). Konon nama \u201csarusuberi\u201d berasal dari bagian kulit kayunya yang terkelupas dan terasa sangat licin sehingga kera pun bisa terpeleset dan jatuh dari pohonnya (kita tidak tahu apakah mereka benar-benar terpeleset atau jatuh dari pohon) .<br>Selain itu, di Tiongkok, ditulis dalam huruf kanji (\u767e\u65e5\u7d05: dalam bahasa jepang dibaca sarusuberi) yang dapat berarti masa berbunga yang panjang. Karakter tiga huruf kanji tersebut menggambarkan bunga merah yang mekar selama 100 hari, dan \u201csaruberi\u201d merupakan cara membaca kanji tersebut dalam bahasa Jepang. \u767e\u65e5\u7d05adalah nama yang diberikan dalam bahasa China. Sepertinya cara membaca tiga karakter tersebut menjadi \u201csarusuberi\u201d dalam bahasa Jepang agak dipaksakan ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika melakukan berbagai pencarian terkait \u201csarusuberi\u201d, saya menemukan banyak cerita menarik lainnya. Jadi saya ingin memperkenalkan beberapa di antara cerita tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"960\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_8404.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1785\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"960\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_8422.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1786\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pertanda Buruk<\/h3>\n\n\n\n<p>Apakah \u201csarusuberi\/ Crape myrtle\u201d membawa nasib buruk? Saya belum pernah mendengar hal itu sebelumnya, namun dikatakan bahwa \u201csuberu\/tergelincir\u201d dapat menyebabkan anda gagal dalam ujian masuk, atau nasib sial karena menurunnya semangat anda, atau dapat juga licin dan berbahaya ketika seorang anak memanjat pohon. Selanjutnya, karena biasanya \u201csarusuberi\/ Crape myrtle\u201d ditanam di kuil dan kuburan sehingga dianggap membawa nasib buruk, namun hal ini tampaknya hanya sebuah tahayul. Alasan sebenarnya ditanam di kuil dan kuburan adalah karena menyerupai bunga yang mekar saat Buddha lahir yang dikenal dengan \u201cMuyuuju\u201d. Konon seorang biksu yang membawa \u201csarusuberi\u201d dari Tiongkok menanamnya di halaman kuil dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru negeri.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah sulit untuk dipelihara?<\/h3>\n\n\n\n<p>Disebutkan bahwa menanam \u201csarusuberi\u201d atau crape myrtle dapat tumbuh dengan subur walaupun kita tidak melakukan apapun karena vitalitas yang kuat. Tanpa dipelihara secara khusus, pohonnya dapat tumbuh lebih dari 10 meter, jadi sebaiknya jangan menanamnya di taman Anda. Di kebun rumah, saya memotong dahannya setiap tahun setelah bunganya selesai mekar. Sehingga, pohonnya tidak tumbuh meninggi, tetapi pada tahun berikutnya akan muncul tunas baru, tumbuh cabang, dan bunga bermekaran dari ujung cabangnya. Sebetulnya, pohon apa pun akan tumbuh hingga ukuran tertentu jika dibiarkan apa adanya, jadi harus memilih pohon yang tepat untuk ditanam dikebun rumah anda. Sehingga menurut saya pribadi, \u201csarusuberi\u201d ini adalah tanaman yang tidak sulit untuk dipelihara.<br><br>Ini di luar topik, tapi \u201cMuyuuju\u201d yang disebutkan di atas adalah salah satu dari tiga pohon suci agama Buddha.<br><br><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMuyuuju\/Saraca Asoca\u201d\u2026Pohon yang berada ditempat Buddha dilahirkan.<br>\u201cIndobodaiju\/Ficus religiosa Ficus\u201d\u2026Pohon yang berada ditempat Buddha mencapai pencerahan.<br>\u201cSarasouju\/Shorea robusta\u2026Pohon yang berada ditempat Buddha wafat.<br>Sepertinya demikian.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya tidak paham secara detail terkait agama Buddha, jadi tidak paham tentang tiga pohon suci agama Buddha tersebut, termasuk salah satunya adalah Pohon \u201cSarasouju\u201d. Terkenang waktu masih di sekolah menengah pertama, saya teringat sebuah ungkapan dari \u201cKisah Heike\u201d yang telah dihafal dengan susah payah: \u201cSarasouju no hana no iro \/ Warna bunga pohon Sarasouju\u201d. Pada saat itu, saya bahkan belum memahami makna dari \u201cKisah Heike\u201d tetapi hanya sekedar hafal saja. Kemudian ketika membacanya lagi setelah dewasa, apakah hanya saya yang memahami makna dan menyadari kedalaman kisahnya setelah dewasa?<br>Itulah mungkin alasan mengapa bunga \u201csarusuberi\/crape myrtles\u201d mirip dengan bunga \u201cpohon Muyuuju\u201d, yang merupakan salah satu dari tiga pohon suci agama Buddha.<br>Jika Anda melihat \u201csarusuberi\/Crape Myrtle\u201d di suatu kota, cobalah mengingat satu baris saja , \u201cGion shouja no kane no koe\/ Suara lonceng Gion Shosha\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u3010Artikel terkait\u3011<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/01\/22\/gardening-oranges\/\" title=\"\">Pohon Jeruk di Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/05\/10\/gardening-flowers-that-bloom-in-winter\/\" title=\"\">Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing, Bag.2: Bunga yang Mekar di Musim Dingin<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/06\/19\/gardening-home-garden\/\" title=\"\">Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing: Bag.3: Edisi Kebun Sayur<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/07\/12\/gardening-the-lawn-next-door\/\" title=\"\">Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing, Bag.4: Rumput Tetangga yang Hijau<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/08\/22\/spring-flowers\/\" title=\"\">Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing, Bag.5: Bunga yang Mekar di Musim Semi<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/10\/11\/our-garden-part6\/\" title=\"\">Kebun Rumah yang Sebesar Dahi Kucing, Bag.6: Sebelum dan Sesudah, cerita yang sedikit Membanggakan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Rumah saya memiliki kebun kecil seperti dahi kucing yang dalam Bahasa Jepang dikenal dengan is...","protected":false},"author":14,"featured_media":1784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1787"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1992"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1992"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2346,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1992\/revisions\/2346"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}