{"id":1968,"date":"2024-12-02T09:30:26","date_gmt":"2024-12-02T00:30:26","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1968"},"modified":"2024-10-25T08:49:26","modified_gmt":"2024-10-24T23:49:26","slug":"watermelon-splitting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/12\/02\/watermelon-splitting\/","title":{"rendered":"Tradisi Musim Panas Orang Jepang \u201cSuika Wari (Membelah Semangka)\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>\u201cSuika Wari\u201d adalah permainan membelah semangka dengan mata tertutup dengan mengandalkan petunjuk suara dari orang yang mengarahkannya kepada tempat semangka ditempatkan.<br>Permainan ini merupakan salah satu tradisi musim panas di Jepang, dan biasanya dimainkan di pantai, halaman taman kanak-kanak dan tempat acara lainnya.<br>Sebelum permainan dimulai, terkadang pemainnya diputar-putar dulu supaya kehilangan keseimbangannya.<br>Karena mata pemainnya ditutup, apabila pemain salah mendengar petunjuk tempat semangka, maka biasanya akan berjalan menuju kearah yang salah meskipun si pemain mengira arahnya sudah benar.<br>Setelah semangka terbelah, biasanya dimakan bersama semua orang yang hadir pada permainan tersebut. Tetapi, jika permainan membelah semangkanya di pantai, harus berhati-hati terhadap pasir yang mungkin menempel disemangka karena makannya pasti tidak nyaman.<br>Oleh karena itu, biasanya ditempatkan semacam lembaran atau tikar untuk piknik di bawah semangka semangka supaya pecahannya tidak terkena pasir.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"674\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/AdobeStock_280008727-674x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1841\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<p>Mungkin banyak yang belum paham walaupun sudah mendapat penjelasan terkait permainannya.<br>Kalau mau melakukan permainannya, silahkan menggunakan penjelasan berikut sebagai referensi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Peralatan yang perlu disiapkan dan dibawa untuk permainan membelah semangka:<\/h2>\n\n\n\n<ul>\n<li>Semangka matang.<\/li>\n\n\n\n<li>Tongkat panjang (misalnya penggilas adonan, kaku dan bersih) untuk mengocok semangka<\/li>\n\n\n\n<li>Handuk atau masker mata untuk menutup mata.<\/li>\n\n\n\n<li>Tikar atau Lembaran piknik untuk dihamparkan di bawah tempat menaruh semangka.<\/li>\n\n\n\n<li>Pisau, papan dan piring kertas untuk makan semangka.<\/li>\n\n\n\n<li>Air untuk mencuci semangka.<\/li>\n\n\n\n<li>Keresek sampah untuk beres-beres setelah permainan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara dan Peraturan \u201cSuika Wari\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p>\u201cSuika Wari\u201d memiliki peraturan yang ditetapkan oleh Asosiasi \u201cSuika Wari\u201d Jepang. Peraturannya di jelaskan sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jarak antara pemain dan semangka adalah dalam 5m hingga 7m.<\/li>\n\n\n\n<li>Panjang tongkat yang digunakan di dalam permainan memiliki diameter maksimum 5cm dengan panjang maksimumnya adalah 1,2 meter.<\/li>\n\n\n\n<li>Tim terdiri dari satu orang pemain dan beberapa orang pendukung\/pengarahnya<\/li>\n\n\n\n<li>Ketika permainan akan dimulai, pemain diputar searah jarum jam sebanyak lima kali dan dua putaran selama tiga menit.<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu bermain adalah 1 menit 30 detik<\/li>\n\n\n\n<li>Selama permainan, pemain hanya dapat memukulkan tongkatnya sebanyak tiga kali<\/li>\n\n\n\n<li>Jika tongkat tidak mengenai semangka, maka diulang lagi dari awal<\/li>\n\n\n\n<li>Permainannya dinilai oleh juri dan tim yang mendapat skor tertinggi akan menjadi pemenangnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><a href=\"http:\/\/www.mitinoku.or.jp\/tokusan\/suika_wari_rule.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">Asosiasi Suika Wari Jepang | Peraturan Suika Wari(<\/a><a href=\"http:\/\/www.mitinoku.or.jp\/tokusan\/suika_wari_rule.pdf\">http:\/\/www.mitinoku.or.jp\/tokusan\/suika_wari_rule.pdf<\/a><a href=\"http:\/\/www.mitinoku.or.jp\/tokusan\/suika_wari_rule.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">)<\/a><\/p>\n<cite>Asosiasi Suika Wari Jepang | Peraturan Suika Wari<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Tentu saja, akan menyenangkan juga bermain \u201cSuika Wari\u201d secara bebas tanpa peraturan resmi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/AdobeStock_91053209-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1839\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Apakah ada tradisi musim panas seperti \u201cSuika Wari\u201d di Indonesia?<br>Jika anda tertarik, silahkan mencoba bermain \u201cSuika Wari\u201d dengan keluarga dan teman-teman.<br>Saya akan merasa senang jika para pembaca setidaknya dapat merasakan sensasi musim panas di Jepang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"\u201cSuika Wari\u201d adalah permainan membelah semangka dengan mata tertutup dengan mengandalkan petun...","protected":false},"author":6,"featured_media":1840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1838"},"categories":[3,5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1968"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1968"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1969,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1968\/revisions\/1969"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}