{"id":1690,"date":"2024-11-04T09:30:00","date_gmt":"2024-11-04T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1690"},"modified":"2024-10-02T12:56:17","modified_gmt":"2024-10-02T03:56:17","slug":"food-culture","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/11\/04\/food-culture\/","title":{"rendered":"Pentingnya Food Culture"},"content":{"rendered":"\n<p>Saya teringat kembali pengalaman belajar di Inggris pada tahun 1990-an ketika saya masih remaja, yang mebuat ingin berbicara secara khusus tentang food culture pada saat itu.<br>Cerita ini didasarkan pada pengalaman pribadi pada saat itu yang mencakup pendapat pribadi saya, namun perlu diingat bahwa narasi ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa makanan Inggris itu buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya pindah ke Inggris sendirian pada pertengahan tahun pertama sekolah menengah pertama dan tinggal di asrama sebuah sekolah swasta Jepang. Kalau sekarang dipikir, saya merasa bisa menghabiskan waktu dengan cukup lancar (\u7b11:tertawa).<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin kepribadian yang optimis dan tidak berpikir terlalu dalam adalah hal yang baik saat itu. Saya pindah sekolahnya pada pertengahan tahun, sehingga diasrama tidak ada siswa seorang pun (mereka semua kembali ke Jepang untuk liburan musim panas).<br>Teman diasrama saat itu hanya satu orang siswa pindahan yang kebetulan satu pesawat juga. Saya tiba-tiba merasa kesepian ketika menyadari sedikit sekali penghuni yang tinggal. Saya masih dapat mengingat dengan jelas bahwa pada suatu hari timbul perasaan rindu terhadap kampung halaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya harus menyesuaikan sendiri bumbunya, dan sebagian besar hidangannya tampak kecoklatan sehingga tidak ada yang menggugah selera. Semua orang mencoba menikmati makanannya dengan furikake (campuran berbagai bumbu yang digunakan sebagai taburan untuk nasi) dan bumbu yang dibawa dari Jepang. Saat masih belum merasa kenyang, saya diam-diam aku akan makan mie instan atau pasta di kamar. Beberapa hidangan mungkin dapat disajikan dengan masakan Jepang, tetapi saya tidak pernah menganggapnya sangat lezat.<br>Satu-satunya hal yang saya ingat adalah ikan goreng dan kentang goreng untuk makan siang hari Jumat yang membuat semua orang merasa senang (\u7b11:tertawa).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/2365391_m-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1605\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/2580516_m-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1606\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Tetapi, saya ingat bahwa hidangan di hotel yang memiliki pemandangan indah tempat saya menginap selama study tour adalah masakan asli Inggris dan sangat lezat. Meskipun penampilan dan variasinya lebih rendah dibandingkan makanan Jepang, saya merasa sulit untuk membuat penilaian umum terhadap masakan Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p>Alasan mengapa masakan Inggris dianggap \u201ctidak enak\u201d tampaknya berkaitan dengan latar belakang budaya dan sejarah, pemilihan bahan, dan metode memasak. Berikut beberapa alasannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2460 Latar belakang sejarah:<\/h3>\n\n\n\n<p>Dampak Perang Dunia II:<br>Makanan sulit diperoleh dalam jangka waktu yang lama akibat penjatahan makanan selama dan setelah perang dunia II. Hasilnya, hidangan sederhana menjadi mainstream yang mempengaruhi citra masakan Inggris.<br>Era Imperialisme:<br>Seiring dengan perluasan Kerajaan Inggris yang memperkenalkan bahan-bahan dan masakan dari beragam budaya luar, diyakini sebagian orang sebagai penyebab kemunduran dan penurunan masakan tradisional Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2461 Pemilihan bahan:<\/h3>\n\n\n\n<p>Iklim dan geografi: Iklim Inggris yang lembab dan dingin membuat produk-produk yang tersedia secara lokal terbatas, serta bahan segar dan beragam sulit diperoleh. Oleh karena itu, makanan yang diawetkan dan bahan sederhana cenderung sering digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2462 Metode memasak:<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode memasak sederhana: Banyak masakan Inggris disiapkan dengan sederhana dan sering kali bumbunya hanya sedikit. Hal inilah yang mungkin menjadi penyebab mengapa makanannya terasa kurang memuaskan dibandingkan dengan masakan negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menyikapi makanan, masyarakat Inggris cenderung memandang makanan sebagai sarana penyediaan nutrisi dibandingkan negara lain, sehingga terkadang disebutkan kurang memilah dalam hal rasa dan penampilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai pengaruh internasional, penyebaran masakan internasional di Inggris saat ini telah menyebabkan penurunan reputasi masakan tradisional Inggris. Namun, tidak semua masakan Inggris \u201ctidak lezat\u201d. Banyak hidangan Inggris yang populer di seluruh dunia, seperti ikan goreng dan kentang goreng, daging sapi panggang, puding Yorkshire, shepperd\u2019s pie, dan lain-lain. Masakan Inggris modern berusaha meningkatkan citranya, dengan meningkatnya variasi dan kualitas masakan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-2 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"769\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/22892164_m-1024x769.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1607\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/26528929_m-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1608\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-3 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/27558523_m-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1609\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/28342275_m-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1610\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Ketika inbound meningkat dan banyak wisatawan asing mengunjungi Jepang, media terutama berfokus pada pujian yang tinggi terhadap masakan Jepang.<br>Ketika sedang makan dengan santai, dan saya merasa bersyukur dilahirkan di Jepang, dalam mimpi pun sepertinya saya tidak akan merindukan masakan Inggris pada masa tinggal di asrama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Saya teringat kembali pengalaman belajar di Inggris pada tahun 1990-an ketika saya masih remaj...","protected":false},"author":7,"featured_media":1603,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1600"},"categories":[3],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1690"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1690"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1690\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1691,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1690\/revisions\/1691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}