{"id":1386,"date":"2024-10-25T09:30:00","date_gmt":"2024-10-25T00:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1386"},"modified":"2024-10-02T12:56:17","modified_gmt":"2024-10-02T03:56:17","slug":"omelet-rice-in-tsukiji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/10\/25\/omelet-rice-in-tsukiji\/","title":{"rendered":"3 restoran nasi telur dadar lezat di Tsukiji"},"content":{"rendered":"\n<p>Nasi telur dadar termasuk di antara tiga makanan favorit saya.<br>Saya kebanyakan memakannya untuk makan siang di tempat kerja, tetapi ada tiga restoran di dekat tempat kerja saya saat ini yang menyajikan nasi telur dadar.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini bekerja di Tsukiji.<br>Ketika Anda memikirkan Tsukiji, Anda memiliki gambaran yang kuat tentang makanan laut, dan sepertinya ada banyak restoran sushi dan restoran yang menyajikan mangkuk makanan laut.<br>Namun, saya tidak mengetahuinya sampai saya mulai bekerja di Tsukiji, padahal ada banyak restoran Barat di kota ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya ingin memperkenalkan beberapa restoran rekomendasi yang menyajikan nasi telur dadar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">&#8220;Yanagi&#8221; di mana Anda dapat menikmati nasi telur dadar tradisional seharga 750 yen<\/h2>\n\n\n\n<p>&#8220;Yanagi&#8221; adalah restoran populer yang cukup ramai saat jam makan siang.<br>Anda bisa menyiapkan berbagai macam menu makanan, namun yang paling populer adalah nasi telur dadar.<br>Dengan harga 750 yen, Anda bisa menikmati nasi telur dadar tradisional yang dibungkus dengan telur tipis dan disajikan dengan sup miso.<br>Kualitasnya cukup tinggi untuk harga ini.<br>Ini adalah toko yang sangat direkomendasikan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"853\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/yanagi.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1379\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Restoran kedua adalah \u201cHachi no Ko\u201d yang restoran terkenal di mana kita dapat menikmati dua jenis omurice.<\/h2>\n\n\n\n<p>Di Hachi no Ko, Kita dapat menikmati dua jenis nasi telur dadar di Hachi no Ko yaitu: omurice tradisional dengan saus tomat, dan omurice dengan saus demi-glace yang disajikan dengan lauk pauk sehari-hari.<br>Omurice dengan kecap memiliki harga yang sangat murah yaitu 550 yen. Saya cukup khawatir dengan harga ini untuk kondisi Jepang yang inflasinya sudah tinggi.<br>Tentu saja tidak ada keluhan untuk rasa, karena rasanya enak.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"853\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/hachi_2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1380\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Omurice harian disajikan juga dengan versi ditambahkan lauk pauk dan sup.<br>Waktu saya memesan menu ini, harganya adalah 1000 yen.<br>Harga dapat bervariasi tergantung dari lauk pauknya.<br>Saya berpikir bahwa porsinya banyak ketika pertama kali melihatnya, tetapi semuanya termasuk omurice dan lauk pauknya lezat sekali sehingga saya habiskan semuanya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"853\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/hachi_1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1381\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Restoran ketiga adalah \u201cNagaoka\u201d yang menyajikan omurice indah secara penampilannya.<\/h2>\n\n\n\n<p>Tampaknya ini juga merupakan restoran yang sangat populer dan ramai pada saat makan siang.<br>\u201cNagaoka\u201d juga menyajikan omurice tradisional dengan nasi saus tomat yang dibungkus dengan lapisan tipis telur goreng. Visualisasi penyajiannya indah.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"853\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/nagaoka_1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1382\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"853\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/nagaoka_2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1383\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Nasi kecapnya juga memiliki rasa yang kaya dan sangat lezat.<br>Mulai April 2024, restoran ini mematok harga 1.100 yen. Harga ini tampaknya lebih mahal daripada dua restoran yang saya perkenalkan sebelumnya, tetapi anda tidak menyadari harga tersebut begitu mencicipinya.<br>Ini sangat enak.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau ada kesempatan dating ke Tsukiji, sangat direkomendasikan untuk mencoba menu omurice yang lezat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-2 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Nasi telur dadar termasuk di antara tiga makanan favorit saya.Saya kebanyakan memakannya untuk...","protected":false},"author":2,"featured_media":1419,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1378"},"categories":[3],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1386"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1386"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1543,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1386\/revisions\/1543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}