{"id":1161,"date":"2024-07-22T09:30:01","date_gmt":"2024-07-22T00:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=1161"},"modified":"2024-08-03T12:33:47","modified_gmt":"2024-08-03T03:33:47","slug":"art-stamp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/streetofjapan.com\/id\/2024\/07\/22\/art-stamp\/","title":{"rendered":"Seni \u201cGosyuin\u201d: \u201cKirie Gosyuin\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada akhir bulan Februari ketika mekarnya bunga plum hampir berakhir, saya menerima \u201cgoshuin\u201d untuk pertama kalinya dalam hidup saya. \u201cGosyuin\u201d adalah sejenis dokumen (biasanya berupa kertas bertulisan tangan pengelola kuil\/biksu yang dibubuhi cap kuilnya) yang diterima sebagai tanda telah mengunjungi kuil Shinto maupun Budha di Jepang. Salah satu bentuk \u201cgosyuin\u201d yang sangat artistik adalah \u201cKirie Gosyuin\u201d.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Fujita_202403_02-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-828\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<p>Saya hanya mampir mengunjungi kuil sambil berbelanja di Shinjuku ketika tersadar bahwa waktu kunjungan untuk tahun baru belum saatnya. Waktu itu saya mengunjungi Kuil Hanazono yang terletak ditengah kota Shinzuku Tokyo.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersama dengan Kuil Shinjuku Junisha Kumano, Kuil Hanazono dan Kuil Shinjuku Junisha Kumano dikenal sebagai tempat dewa penjaga Shinjuku. Dalam hal ini, Dewa dari Kuil Hanazono dipercaya sebagai penjaga yang bertanggung jawab untuk daerah bagian timur Shinjuku saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>\u300e\u201cKuil Hanazono adalah kuil yang menempati posisi paling penting di Naito-Shinjuku sejak zaman dahulu sebagai penjaga umum Shinjuku. Dikisahkan bahwa ini merupakan tempat peribadahan klan Tokugawa sebelum mereka memasuki Provinsi Musashi dari Gunung Yoshino di Provinsi Yamato.<br>Sebelum pertengahan era Kanei, kuil ini terletak di wilayah perusahaan Isetan saat ini, dan merupakan kawasan suci yang membentang sepanjang 118.3 m dari timur ke barat dan 136.5 m dari utara ke selatan. Dikatakan bahwa ketika \u201cAsakura Chikugo\u201d yang dianggap sebagai pelindung wilayah diberi tempat tinggal yang lebih rendah di daerah ini, kuil tersebut juga dimasukkan ke dalam tempat tinggal yang lebih rendah, jadi dia mengajukan permohonan untuk tujuan tersebut dan sebagai gantinya diberikan situs kuil saat ini\u201d (Tulisan dari papan informasi di halaman kuil).\u300f<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Fujita_202403_03-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-829\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah berdoa dan mengambil jimat keberuntungan dari kuil, saya melihat secara tidak sengaja sampel \u201ckirie gasyuin\u201d ketika melaksanakan prosesi meninggalkan. Saya terpesona oleh keindahannya yang lembut dan secara tidak sadar langsung mengambilnya.<br>\u201cGoshuin\u201d yang merupakan bukti bahwa kita pernah mengunjungi kuil tersebut ditulis dengan tinta dan di cap dengan stempel kuil. Itulah pertama kalinya saya mengetahui bahwa \u201cGoshuin\u201d telah diubah menjadi suatu karya seni. Penambahan Ilustrasi dan stempel yang berwarna-warni serta lukisan yang digambar dengan sapuan kuas yang indah telah melahirkan suatu seni \u201cgasyuin\u201d yang saat ini mulai bermunculan satu persatu.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-layout-2 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Fujita_202403_04-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-830\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<p>Diantara berbagai seni \u201cgosyuin\u201d, \u201ckiri-e\u201d atau \u201clukisan potong\u201d merupakan hal yang mempesona dari \u201cgosyuin\u201d yang berbeda dengan seni menggambar lainnya. Jumlah \u201ckirie gosyuin\u201d secara bertahap meningkat selama beberapa tahun terakhir ini, dan SNS juga banyak dipenuhi dengan \u201ckirie goshuin\u201d yang tampak bagus. Jika mencoba searching, kita akan juga menemukan \u201cpop-up goshuin\u201d yang terlihat seperti seni tiga dimensi, \u201cgoshuin bersulam\u201d yang cantik, \u201csmart goshuin\u201d yang memungkinkan untuk mengumpulkan berbagai jenis \u201cgoshuin\u201d dengan menggunakan smart phone. Dan sepertinya pemanfaatan perkembangan teknologi digital juga dimanfaatkan secara optimal untuk \u201cgosyuin \u201c ini, dimana kita dapat menggunakan menggunakan teknologi AR dan kode QR untuk mendesain \u201cgosyuin\u201d. Diversifikasi \u201cgoshuin\u201d tersebut betul-betul mengagumkan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Di Kuil Hanazono yang saya kunjungi, \u201cgosyuin\u201d konon tersedia sepanjang tahun bukan dalam waktu tertentu saja. Walaupun beberapa kuil memang memiliki desain musiman atau item untuk edisi terbatas. \u201cgosyuin\u201d sepertinya tidak hanya dapat diperuntukan sebagai bukti kunjungan ke kuil, juga dapat sebagai oleh-oleh berwisata atau jalan-jalan ke kuil. Hal yang juga menarik bagi para kolektor.<br>Namun, bagaimana cara menyimpan suvenir berharga ini?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pada akhir bulan Februari ketika mekarnya bunga plum hampir berakhir, saya menerima \u201cgoshuin\u201d ...","protected":false},"author":11,"featured_media":827,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_locale":"id_ID","_original_post":"https:\/\/streetofjapan.com\/?p=826"},"categories":[5],"tags":[],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1161"}],"collection":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1161"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1163,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1161\/revisions\/1163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/streetofjapan.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}